Kabupaten Bone Bolango, Dinkesprov – Tim Kerja Percepatan Penurunan Stunting Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan koordinasi dan monitoring evaluasi (monev) program percepatan penurunan stunting di Kantor Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (25/2).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa bersama unsur pemerintah desa serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan. Pertemuan berlangsung dialogis dengan fokus pada penguatan implementasi program Bele Mo’osehati Limehu sebagai inovasi daerah dalam mendukung percepatan penurunan stunting berbasis intervensi gizi dan ketahanan pangan keluarga.
Tim Kerja yang diwakili oleh Yustiyanty Monoarfa menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan orkestrasi lintas sektor yang solid.
“Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta sektor pangan menjadi prasyarat agar intervensi spesifik seperti pemantauan tumbuh kembang dan tata laksana gizi, maupun intervensi sensitif seperti akses pangan bergizi dan edukasi keluarga, dapat berjalan optimal dan terukur” ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bahwa penguatan program di tingkat desa menjadi kunci dalam memastikan percepatan penurunan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan konvergensi intervensi spesifik dan sensitif yang terintegrasi hingga ke tingkat desa. Melalui penguatan Bele Mo’osehati Limehu, kita memastikan setiap keluarga sasaran mendapatkan pendampingan, akses pangan bergizi, serta layanan kesehatan yang tepat dan berbasis data by name by address,” ujar Anang.
Ia juga menekankan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan instrumen pengendalian mutu program.
“Monev ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi bagian dari quality control untuk memastikan seluruh intervensi tepat sasaran dan berdampak nyata pada perbaikan status gizi anak,” tambahnya.
Monitoring dan evaluasi tersebut turut diarahkan untuk menilai capaian indikator kinerja, mengidentifikasi kendala implementasi di tingkat desa, serta memastikan validitas data sasaran berbasis by name by address (BNBA). Validasi data dinilai penting guna menjamin ketepatan sasaran intervensi dan meningkatkan akuntabilitas pelaporan.
Kepala Desa Talulobutu Selatan menyampaikan komitmen pemerintah desa dalam mendukung program melalui penguatan peran kader, optimalisasi dana desa untuk kegiatan prioritas kesehatan, serta kolaborasi aktif dengan puskesmas dan pendamping keluarga dalam pendampingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan intervensi gizi dan ketahanan pangan di tingkat desa semakin terintegrasi, sistematis, dan berbasis data, sehingga berdampak signifikan terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat pengawasan, pelaporan berkala, serta tindak lanjut hasil monev sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mewujudkan generasi Gorontalo yang sehat dan berkualitas.
Rilis : ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
