Provinsi Gorontalo Terima Insentif Fiskal Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting

IMG-20231006-WA0030.jpg

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki mewakili Penjabat Gubernur Gorontalo menerima penghargaan Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2023 Kategori Percepatan Penurunan Stunting.

Jakarta, Dinkesprov – Provinsi Gorontalo menerima penghargaan atas keberhasilannya dalam penurunan stunting yang diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin, Jum’at (06/10/2023) di Istana Wapres RI.

Penghargaan itu diserahkan pada acara Rakornas Percepatan Penurunan Stunting tahun 2023 dimana Provinsi Gorontalo menerima Alokasi Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2023 Kategori Percepatan Penurunan Stunting sebesar Rp. 5.866.411.000,- yang diterima oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa turut hadir mendampingi Penjabat Sekretaris Daerah pada kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin mengungkap data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) prevalensi stunting tercatat 21,6% di tahun 2022 turun dari 30,8% tahun 2018. Menurutnya, capaian ini salah capaian bersama, dan jangan terlena oleh capaian itu karena masih ada target yang harus di kejar yaitu prevalensi stunting 14% di tahun 2024.

“Kita insya Allah bisa mencapai 14%, yakin dulu,” ucap Ma’ruf.

Pergantian kepemimpinan di pusat dan daerah pada tahun 2024 diharapkan dapat mengakomodasi percepatan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan.

“Komitmen politik pemimpin akan memastikan mobilisasi sumber daya yang diperlukan juga mendorong koordinasi dilapangan dan implementasi program lebih tepat sasaran. Komitmen politik yang kuat Insya Allah akan semakin mendekatkan pada pencapaian target untuk menghilangkan segala bentuk masalah gizi termasuk stunting dari bumi Indonesia pada tahun 2030,” imbuhnya.

Ma’ruf berharap kepada Penjabat Gubernur dan Bupati/Walikota serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah agar mengawal pelaksanaan tahun 2024 sekaligus memastikan penurunan stunting menjadi program prioritas pada transisi pemerintahan.

“Terlepas dari tren penurunan stunting, masih ada intervensi yang harus ditingkatkan cakupan dan kualitas pelaksanaannya, pada Intervensi spesifik misalnya masih diperlukan peningkatan kapasitas kader dan petugas kesehatan untuk penggunaan alat pemantauan status gizi di posyandu dan perangkat USG di puskesmas sehingga pemantauan status gizi bisa dilakukan secara cepat dan akurat,” ujarnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa.

Wapres Ma’ruf Amin juga mendorong konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali, pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI dengan kandungan gizi tepat serta imunisasi dasar lengkap.

Pada Intervensi sensitif, selain isu ketahanan pangan, perbaikan praktek pengasuhan juga perlu mendapat perhatian, edukasi tidak hanya diberikan pada orang tua juga pada keluarga besar yang melakukan pengasuhan anak serta pengorganisasian serta penggerak dilapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Saya minta upaya percepatan penurunan stunting mengoptimalkan berbagai pendekatan mulai legal formal dan politik hingga sosial kultural dan keagamaan. Perkuat kolaborasi dengan tokoh-tokoh organisasi keagamaan yang mengakar di masyarakat,” pinta Ma’ruf.

Wapres juga meminta dilakukan refleksi dan evaluasi secara menyeluruh atas apa yang telah dilakukan untuk mengetahui yang sudah berjalan dengan baik dan yang terus diperbaiki sebagai rekomendasi kepada pemerintahan mendatang.

“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam upaya mempercepat penurunan stunting selama 4 tahun terakhir ini, selamat kepada Pemda yang menerima insentif fiskal juga pra pihak yang mendapatkan penghargaan atas kinerja dan sumbangan yang signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Saya berharap insentif dan penghargaan ini bukan tujuan akhir dari saudara-saudara dalam bekerja melainkan menjadi pemicu untuk berkontribusi lebih besar lagi,” kata Ma’ruf.

Diakhir sambutannya, Wapres menegaskan peran aktif serta sinergi kolaborasi seluruh pihak adalah kunci dalam upaya mengatasi masalah gizi.

“Penuntasan persoalan gizi termasuk stunting tidak sekedar perkara menurunkan prevalensi tetapi merupakan tugas kemanusiaan berkelanjutan sekaligus penentu kualitas bangsa kedepan,” tutup Wapres Ma’ruf dalam sambutannya.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 4 =

scroll to top
Bahasa »