Pharmacy Go Interpreneur, Hasilkan Tenaga Teknis Kefarmasian dan Wirausaha

WhatsApp-Image-2024-11-15-at-14.31.31.jpeg

Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo Mohamad Anas Anasiru dan Kepala Seksi Promkes dan PM Nancy Pembengo meninjau produk yang dihasilkan oleh mahasiswa jurusan Farmasi.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Pharmacy Go Interpreneur dengan tema Farmasi Berkarya, Gorontalo Kaya, Indonesia Sehat sebagai wujud pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh mahasiswa D3 Jurusan Farmasi dan dosen, Jum’at (15/11/2024) di auditorium Poltekkes Kemenkes Gorontalo.

Acara ini resmi dibuka oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Mohamad Anas Anasiru dan turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, yaitu Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Nancy Pembengo, Dinas Koperindag dan UMKM, Dinas Pertanian, Balai POM, Dinas Perikanan, Bank Indonesia, industri obat tradisional dan lembaga pelatihan inkubator bisnis milenial.

Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Mohamad Anas Anasiru menyampaikan bahwa Pharmacy Go Interpreneur adalah implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian pada masyarakat yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan wirausaha mahasiswa serta membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa menghasilkan berbagai produk inovatif seperti makanan, minuman, dan produk kesehatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Pengabmas (pengabdian kepada masyarakat, red) untuk hari ini yang dilakukan oleh teman-teman dari jurusan farmasi merupakan implementasi dari hasil-hasil yang telah mereka laksanakan ada empat produk yang mereka launching pagi ini antara lain ada keripik, teh dan minuman herbal,” ungkap Anas.

Anas berharap produk hasil inovasi mahasiswa, harus mendapatkan izin edar dari PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) maupun BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) agar bisa dipasarkan secara luas baik pasar lokal maupun nasional.

“Semuanya nanti akan diproduksi secara global nanti kalau bisa akan mereka pasarkan, tapi saat ini hanya sebatas untuk dilaunching dulu nanti mereka akan usahakan, karena sudah ada izin ya sudah ada izin edar PIRT Jadi mereka sudah bisa untuk berproduksi,” kata Anas.

Poltekkes Kemenkes Gorontalo, kata Anas berkomitmen untuk menjadikan kegiatan Pharmacy Go Interpreneur sebagai program berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis kefarmasian, kegiatan ini juga diarahkan untuk melatih jiwa kewirausahaan.

“Jadi diharapkan mahasiswa nantinya bisa menjadi entrepreneur sehingga mereka bisa berwirausaha sendiri setelah mereka lulus, selain mereka jadi sebagai seorang tenaga teknis kefarmasian,” pungkasnya.

Pharmacy Go Interpreneur adalah ajang memamerkan produk yang dihasilkan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen melalui skema Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) yang menghasilkan empat produk yang dilaunching dari empat orang mahasiswa yaitu Teduh (teh siap seduh), sehati, gocabe dan sweet spud. Produk ini akan segera dilakukan pengurusan ijin edar sehingga bisa dijual bebas kepada masyarakat.

Selain empat produk yang dilaunching juga dipamerkan berbagai produk yang dihasilkan oleh mahasiswa jurusan Farmasi diantara produk simplisia, makanan, minuman dan kosmetik.

Rilis : MD
Videografer : ILB/Dian
Foto : AIS
Video Editor : Reza
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

One Reply to “Pharmacy Go Interpreneur, Hasilkan Tenaga Teknis Kefarmasian dan Wirausaha”

  1. Energi berkata:

    What is the main objective of the Pharmacy Go Entrepreneur activity organized by the Gorontalo Ministry of Health Polytechnic?

Tinggalkan Balasan ke Energi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 − five =

scroll to top
Bahasa »