Dinkes Provinsi dan OP Kesehatan Gelar Simposium Tuberculosis Update

WhatsApp-Image-2023-07-10-at-11.15.00.jpg

Kadinkes Anang S. otoluwa membuka Simposium Tuberkulosis Update

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Organisasi Profesi di Bidang Kesehatan yang terdiri dari IDI Wilayah Gorontalo, IDAI, PAPDI, PDPI Sultenggo, PPNI, IAI dan IBI Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Simposium “Tuberculosis Update”, Minggu (09/07/2023) di Manna Cafe Kota Gorontalo.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menyerukan komitmen bersama dari organisasi profesi dalam penanggulangan TBC.

Adapun tujuan kegiatan ini kata Anang, agar tersosialisasinya kebijakan terbaru dalam program penanggulangan TBC kepada seluruh tenaga kesehatan, sehingga meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan program TBC, mencapai target indikator program TBC, memahami perubahan alur diagnosis TBC, memahami regimen pengobatan pasien TB yang terbaru baik pada TBC Sensitif Obat maupun TBC Resisten Obat, mampu mendiagnosis Infeksi Laten TBC (ILTB) dan memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak.

“Hal ini sesuai dengan amanat presiden dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, Penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan program Penanggulangan TBC dilakukan melalui penyediaan tenaga terlatih dalam pengelolaan program penanggulangan TBC dan penyediaan tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan,” kata Anang.

Kepala Dinas Kesehatan pada akhir sambutannya berharap, setiap fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas, tempat praktik mandiri dokter, klinik, balai kesehatan, dan rumah sakit) wajib melakukan pencatatan dan pelaporan semua kasus Tuberkulosis yang ditemukan dan diobati di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.

“Pencatatan dan pelaporan kasus Tuberkulosis menggunakan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) berbasis online dan Dinas kesehatan kabupaten/kota melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi dan kepatuhan pelaksananaan pencatatan dan pelaporan semua kasus Tuberkulosis di wilayahnya masing-masing Sehingga Dalam rangka meningkatkan capaian indikator program TBC perlu dilakukan inisiasi kegiatan akselerasi program TBC” pungkas Anang.

Beberapa materi penguatan yang diberikan kepada peserta yakni Etika Pelayanan Pasien TBC yang dibawakan oleh dr. Yana Yanti Suleman, SH, TBC Pada Anak yang dibawakan langsung oleh dr. Ufy Trisnawati, Sp.A, Diagnositik dan Pelaksanaan TBC Dewasa yang disampaiakan oleh dr. Abdurahman Bachmid Sp.P.

Pada sesi II, peserta diberikan penguatan terkait TBC Pada Kehamilan yang dipaparkan oleh dr. Johannes K. Sinambela, Sp.P., M.Ked (Paru), selanjutnya management ILTB dan Terapi Pencegahan TBC dipaparkan oleh dr. Ferdiyanto Dayi, Sp.PD. Selain itu juga dipaparkan terkait dengan Pemeriksaan IGRA yang dibawakan oleh Benda Zaira S.Si yang merupakan perwakilan dari PT. Prodia Widyahusada Tbk.

Pada akhir kegiatan dr. Jean Istanti Dalie selaku kepada bidang P2P berharap kepada seluruh peserta untuk dapat mengimplementasikan materi-materi yang telah diterima dan segera memulai terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) kepada kontak TBC sesegara mungkin untuk memutus mata rantai penularan TBC.

Rilis : Dolvi/Imran
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + twenty =

scroll to top
Bahasa »