Berantas DBD, Dikes Provinsi Lakukan Kampanye PSN dan Fogging Lokus

IMG-20190308-WA0001.jpg

Kadinkes Provinsi Gorontalo, dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes memimpin kampanye PSN dan Fogging di Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes memimpin langsung Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging di lokus Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo, Jum’at (08/03/2019).

Fogging dilaksanakan karena lokus ini terjadi 2 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah dirawat di Rumah Sakit. Untuk terjadinya kasus DBD tersebut, Dinkes Provinsi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan Puskesmas Kota Timur.

“Petugas menemukan banyaknya jentik nyamuk di rumah warga diantaranya di pot bunga, penampungan air dispenser, filter kolam ikan, di daun tanaman yang dapat menampung air serta di saluran depan rumah” kata dr. Triyanto di sela-sela pelaksanaan fogging.

Petugas sementara melakukan Fogging di rumah warga

Fogging dan PSN ini mengambil titik di samping kampus Politeknik Kesehatan Gorontalo Kemenkes RI.

“Fogging akan dilaksanakan dalam jarak 100 meter dari titik lokasi sesuai dengan daya terbang nyamuk untuk menjangkiti manusia” ungkap dr. Tri.

Sementara itu, data kasus DBD selang bulan Februari yang masuk ke Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dengan jumlah total 278 kasus dan 9 Kematian.

Kasus terbanyak berada di Kabupaten Gorontalo yaitu 91 kasus, 5 kematian, disusul Kabupaten Pohuwato 55 kasus dengan 1 kematian, kemudian Kabupaten Bone Bolango dengan 53 kasus tanpa kematian. Selanjutnya di Kabupaten Boalemo 30 kasus, kematian 1 kasus, Kabupaten Gorontalo Utara 25 kasus dan terakhir Kota Gorontalo 24 kasus dan 2 kematian.

“Dengan melihat jumlah kasus ini terjadi penurunan kasus DBD tetapi terjadi peningkatan jumlah kematian, dimana pada bulan Januari terjadi 390 kasus dan 4 kematian” beber Kadinkes.

Briefing kepada Satpol PP untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Setelah kegiatan fogging dilakukan penyuluhan atau pemberian informasi kepada masyarakat terkait lokasi fogging untuk melakukan pencegahan.

Masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan dan senantiasa melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus. Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti 1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 3) Menggunakan kelambu saat tidur; 4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 5) Menanam tanaman pengusir nyamuk, 6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; 7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 2 =

scroll to top