Wagub Idah Syahidah Dorong Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Anak

IMG-20260517-WA0005-scaled.jpg

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa mendampingi Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie pada kegiatan sosialisasi terapi dan penanganan gangguan pendengaran yang digelar oleh NOBEL Audiology Center di Manna Caffe, Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 anak tunarungu bersama orang tua masing-masing. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini, terapi, dan penanganan gangguan pendengaran pada anak agar dapat dilakukan secara tepat sejak usia dini.

Pada kesempatan itu, Wagub Idah Syahidah mendorong para orang tua agar tetap percaya diri dan tidak minder dalam mendampingi anak-anak tunarungu. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi terapi dan penanganan gangguan pendengaran bersama para orang tua dan anak-anak peserta kegiatan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya menyampaikan penghargaan dan penghargaan kepada NOBEL Audiology Center atas inisiatif dan kepeduliannya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan pendengaran,” ujar Idah dalam sambutannya.

Menurutnya, edukasi terkait deteksi dini gangguan pendengaran masih perlu terus dilakukan agar anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran dapat memperoleh penanganan dan terapi yang tepat sejak dini.

Wagub Idah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan guna mencegah berbagai risiko gangguan kesehatan bawaan. Ia menekankan pentingnya pemberian imunisasi campak sebagai salah satu upaya melindungi tumbuh kembang dan kesehatan anak sejak dini.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendukung upaya promotif dan preventif dalam penanganan gangguan pendengaran pada anak melalui penguatan edukasi kesehatan dan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Gangguan pendengaran pada anak perlu mendapatkan perhatian bersama karena sangat mempengaruhi tumbuh kembang, kemampuan komunikasi, dan kualitas hidup anak di masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” kata Anang.

Anang menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga layanan terapi, dan keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung anak-anak dengan gangguan pendengaran agar tetap tumbuh percaya diri dan memperoleh hak kesehatan yang optimal.

Rilis : ILB
Foto : Nova (Kominfotik)
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × four =

scroll to top
Bahasa »