Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Tim kesehatan yang bertugas pada pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 melakukan rujukan terhadap seorang panitia lokal kegiatan ke RSUD M.M. Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (18/06/2026). Rujukan dilakukan setelah pasien mendapatkan penanganan awal dan observasi intensif oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Gorontalo.
Pasien yang dirujuk diketahui bernama Tn. LP (28 tahun), seorang panitia lokal PENAS XVII. Saat mendapatkan pelayanan kesehatan, pasien mengeluhkan pusing, nyeri kepala hebat, dan mual. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi umum pasien tampak lemah dengan tekanan darah 140/86 mmHg, frekuensi pernapasan 28 kali per menit, denyut nadi 96 kali per menit, dan suhu tubuh 36 derajat Celsius.
Selain pemeriksaan tanda-tanda vital, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan kadar kolesterol yang menunjukkan hasil 148 mg/dl. Selanjutnya pasien mendapatkan observasi dan penanganan medis awal oleh petugas kesehatan PSC 119 Kabupaten Gorontalo.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo selaku Penanggung Jawab Tim Ambulans dan Layanan Primer, Syafiin S. Napu, mengatakan keputusan rujukan diambil sebagai langkah cepat untuk memastikan pasien memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di rumah sakit rujukan.
“Begitu menerima laporan, tenaga kesehatan PSC 119 Kabupaten Gorontalo segera melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan penanganan awal kepada pasien. Setelah dilakukan observasi, pasien kemudian dirujuk ke RSUD M.M. Dunda Limboto agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan yang lebih komprehensif. Kesiapsiagaan tim kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan PENAS XVII,” ujar Syafiin.
Sebelum dirujuk, tim medis telah memberikan tindakan pemasangan infus dan terapi injeksi ranitidin sesuai indikasi medis. Seluruh prosedur pelayanan dilakukan sesuai standar operasional penanganan kegawatdaruratan dan rujukan pasien.
Ketua PSC 119 Kabupaten Gorontalo yang juga dokter penanggung jawab pasien, Meliana Panther, menjelaskan bahwa pasien memiliki riwayat nyeri kepala hebat sebelumnya sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut di fasilitas kesehatan rujukan.
“Pasien datang dengan keluhan pusing, nyeri kepala hebat, dan mual. Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi umum pasien tampak lemah dan diketahui memiliki riwayat keluhan nyeri kepala hebat sebelumnya. Meskipun telah diberikan terapi awal, pasien tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab keluhan dan mendapatkan penanganan yang optimal, sehingga diputuskan untuk dirujuk ke RSUD M.M. Dunda Limboto,” jelas Meliana.
Rujukan pasien dilakukan menggunakan ambulans PSC 119 Kabupaten Gorontalo menuju RSUD M.M. Dunda Limboto yang telah ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan dalam mendukung pelayanan kesehatan pada penyelenggaraan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo.
Rilis : ILB
Foto : Andi
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
