Promotif Preventif Melalui Kesehatan Tradisional Perlu Diupayakan Terus-Menerus

IMG-20200818-WA0004.jpg

Sosialisasi bagi kelompok asuhan mandiri kesehatan tradisional di Kelurahan Bulota Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo beberapa waktu lalu.

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Pengobatan tradisional dengan pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA) cukup efektif meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebab, mereka akan mampu memenuhi kebutuhan hidup sehat di lingkungan keluarganya. Pemanfaatan TOGA di pekarangan juga diharapkan mampu menjadikan masyarakat merawat kesehatan diri dan keluarga secara mandiri.

Untuk itu Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional terus mendorong pemanfaatan tanaman obat-obatan yang bisa digunakan untuk pembuatan jamu melalui kelompok asuhan mandiri kesehatan tradisional.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional, Nisma Abdurrahman, SKM, M.Kes, melakukan pembinaan asuhan mandiri merupakan upaya mengubah paradigma pengobatan kuratif menjadi promotif dan preventif, yang bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas bagi keluarga dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya dengan memanfaatkan TOGA dan ketrampilan.

“Sehingga nantinya diperoleh keluarga sehat secara mandiri. Untuk memaksimalkannya perlu dilakukan sosialisasi secara terus-menerus. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh dinas kesehatan kabupaten Gorontalo yaitu melakukan kegiatan penyuluhan sosialisasi dan pembinaan pengolahan obat tradisional di wilayah Kelurahan Bulota Kabupaten Gorontalo dengan melibatkan unsur Dinas Kesehatan Kabupaten, Puskesmas Limboto, Aparat Desa serta Kader dan Kelompok Binaan Asuhan Mandiri”, ujar wanita bertubuh mungil tersebut.

Adanya sosialisasi tersebut diharapkan dapat memfasilitasi dan memberdayakan masyarakat melalui pembentukan kelompok asuhan mandiri toga dan akupresur, serta mempersiapkan SDM maupun fasilitas pelayanan kesehatan tradisional. Di samping itu, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan juga diharapkan bisa melakukan pembinaan dan pengawasan pelaku pelayanan kesehatan tradisional dan produsen obat tradisional agar produksi obat tradisional sesuai standar yang ditetapkan.

Rilis : Neki / Andi
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 1 =

scroll to top