Kadinkes P2KB Provinsi Gorontalo Tekankan Penguatan Layanan KIA untuk Tekan AKI dan AKB

IMG-20260314-WA0002.jpg

Sambutan Kepala Dinas Anang S. Otoluwa sekaligus memberikan materi pada kegiatan Rapat Percepatan Capaian Kinerja Utama Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tahun 2026.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memberikan sambutan sekaligus materi pada kegiatan Rapat Percepatan Capaian Kinerja Utama Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Grand Q Hotel Gorontalo, Selasa (10/03/2026).

Pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Syafiin S. Napu. Rapat ini diikuti oleh pemangku kepentingan program KIA dari kabupaten/kota serta jajaran pengelola program kesehatan ibu dan anak di Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Anang menegaskan bahwa program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo di bidang kesehatan. Program ini juga menjadi bagian penting dari komitmen Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di daerah.

Menurutnya, percepatan capaian indikator kinerja utama KIA membutuhkan kerja kolaboratif lintas program dan lintas sektor, mulai dari tingkat provinsi hingga fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten/kota.

“Program KIA merupakan prioritas strategis pemerintah daerah. Oleh karena itu, seluruh jajaran kesehatan harus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan setiap ibu hamil dan bayi mendapatkan layanan kesehatan yang optimal,” ujar Anang.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan deteksi dini risiko kehamilan, peningkatan cakupan pelayanan antenatal, serta optimalisasi rujukan maternal dan neonatal sebagai langkah konkret dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi harus dilakukan secara terukur melalui peningkatan kualitas layanan di fasilitas kesehatan, penguatan sistem rujukan, serta pemantauan yang lebih intensif terhadap ibu hamil berisiko tinggi,” tambahnya.

Melalui rapat tersebut, diharapkan seluruh pengelola program KIA di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dapat menyusun langkah-langkah strategis dan rencana tindak lanjut guna memastikan target kinerja utama tahun 2026 dapat tercapai secara optimal di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × two =

scroll to top
Bahasa »