Perkuat Sistem Kewaspadaan Dini, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Gelar Evaluasi Respon KLB dan Sosialisasi CUC Campak

IMG-20260314-WA0003.jpg

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa memberikan arahan pada rapat evaluasi respon awal Kejadian Luar Biasa (KLB) serta sosialisasi program Catch Up Campaign (CUC) Campak.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi wabah penyakit menular melalui evaluasi respon awal Kejadian Luar Biasa (KLB) serta sosialisasi program Catch Up Campaign (CUC) Campak. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Jumat (13/03/2026).

Dalam pertemuan yang turut didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Erni Nuraini Mansur, Anang menekankan pentingnya penguatan mekanisme Early Action Review (EAR) sebagai bagian dari sistem deteksi dini dan respon cepat terhadap potensi KLB.

Menurut Anang, respon awal terhadap KLB harus dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Puskesmas, kabupaten/kota hingga provinsi, dengan menyesuaikan skala kejadian yang terjadi di lapangan. Hal ini menjadi krusial dalam memastikan setiap potensi wabah dapat segera diidentifikasi dan ditangani secara cepat serta terkoordinasi.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang mengacu pada standar global, khususnya melalui penerapan konsep 7-1-7, yakni deteksi kasus dalam waktu tujuh hari, pelaporan dalam satu hari, serta respon penanggulangan dalam tujuh hari.

“Kunci utama dalam pengendalian wabah adalah kecepatan dan ketepatan. Dengan menerapkan evaluasi EAR berbasis konsep 7-1-7, kita ingin memastikan setiap notifikasi KLB langsung diikuti dengan tindakan nyata yang terukur. Kita tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga bekerja cerdas dengan mengevaluasi setiap tantangan yang ada, sehingga respon awal ke depan semakin solid dalam melindungi kesehatan masyarakat Gorontalo,” tegas Anang.

Selain evaluasi respon awal, rapat tersebut juga membahas mekanisme Intra Action Review (IAR) selama penanganan kejadian berlangsung, serta After Action Review (AAR) sebagai evaluasi pascakejadian. Melalui rangkaian evaluasi tersebut diharapkan dapat diidentifikasi berbagai praktik baik (best practices) yang dapat menjadi referensi dalam menghadapi ancaman kesehatan serupa di masa mendatang.

Anang juga mengungkapkan pelaksanaan sosialisasi Catch Up Campaign (CUC) Campak sangat penting karena merupakan upaya akselerasi peningkatan cakupan imunisasi bagi anak-anak yang belum lengkap atau belum pernah mendapatkan imunisasi campak.

Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh tenaga kesehatan agar strategi pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan tepat sasaran, sehingga dapat memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat.

“Melalui sosialisasi Catch Up Campaign (CUC) Campak ini, target kita adalah memastikan tidak ada satu pun anak di Gorontalo yang terlewatkan dari perlindungan imunisasi. Kita harus memperkuat kekebalan kelompok secara optimal. Saya meminta seluruh petugas kesehatan memiliki pemahaman strategi yang sama agar langkah teknis di lapangan efektif dalam memutus rantai penularan campak hingga ke tingkat nasional,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anang menyampaikan bahwa upaya penguatan respon cepat terhadap KLB juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail sebagai Gubernur Gorontalo dan Idah Syahidah Rusli Habibie sebagai Wakil Gubernur Gorontalo yang terus mendorong penguatan langkah-langkah promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program pencegahan penyakit, penguatan imunisasi, peningkatan kewaspadaan dini, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendeteksi dan merespon potensi wabah secara cepat dan tepat.

Melalui kegiatan ini, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap koordinasi lintas program dan lintas tingkat pelayanan kesehatan semakin kuat, sehingga daerah memiliki kesiapsiagaan yang lebih tangguh dalam mencegah dan mengendalikan penyakit menular secara berkelanjutan.

Rilis : ILB/Lani
Foto : Arman
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 4 =

scroll to top
Bahasa »