Kadinkes Anang Pastikan PMT Berbasis Pangan Lokal Sampai Ke Sasaran

IMG-20231109-WA0044.jpg

Kadinkes Anang S. Otoluwa memberikan bantuan bahan pangan kepada orang tua balita.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar kick off Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal yang bersumber pada anggaran dana insentif fiskal Provinsi Gorontalo tahun 2023, Kamis (09/11/2023) di Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo.

Kick off diresmikan oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya dan ditandai dengan penyerahan bantuan bahan pangan berupa telur, susu dan vitamin kepada ibu hamil, orang tua yang memiliki bayi dan balita.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menjelaskan kepada tim infokom usai mendampingi Penjabat Gubernur, intervensi melalui PMT ini akan berbeda-beda bagi bayi dan balita gizi kurang dan gizi buruk.

“Ini kan beda-beda tergantung dari status anak tadi jadi ada yang status gizi kurang pemberian (PMT) itu 4 sampai 8 Minggu lalu ada yang gizi buruk punya formula lain itu ada yang namanya formula 100 dan 75 itu beda. Lalu ada yang berat badannya kurang itu cukup 4 Minggu maksimal,” jelas Anang.

Anang menjelaskan, untuk memastikan bantuan PMT ini sampai ke sasaran, bahan pangan lokal itu di belanjakan dan dimasak oleh kader dan di paketkan untuk diantar ke rumah sasaran dan kader akan memantau dan menjaga anak balita makan sesuai dengan jangka waktu Intervensi.

“Jadi kader-kader posyandu itu sudah dilatih memasaknya bagaimana sesuai dengan nilai gizinya,” jelas Anang.

Selain bantuan PMT berbahan lokal, Tim Penggerak PKK Provinsi juga memberikan bantuan bahan pangan seperti telur, susu dan vitamin.

“Itu bantuan (telur) dari PKK sifatnya insidentil untuk memenuhi kebutuhan protein satu hari cukup satu telur makanya dibantu oleh PKK,” ucap Anang.

Bantuan PMT ini kata Anang akan dimonitoring dan evaluasi apakah memberikan perubahan pada status gizi ibu hamil, bayi dan balita.

“Nanti dievaluasi, apakah ada peningkatan berat badan, apakah status gizinya berubah yang tadinya status gizi kurang mungkin bisa jadi baik atau misalnya dia tetap kurang tapi berat badannya sudah bertambah,” tandas Anang.

Rilis : MD/ILB
Foto : Aripin
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − five =

scroll to top
Bahasa »