Inisiasi Pengobatan Pasien TBC RO di Puskesmas Untuk Tingkatkan Akses Layanan

IMG-20240423-WA0010.jpg

Kadinkes Anang S. Otoluwa membuka Workshop Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus berupaya meningkatkan akses terhadap layanan Tuberculosis Resisten Obat (TBC RO) yakni melalui inisiasi pengobatan pasien TBC RO di tingkat Puskesmas.

Adapun tujuan peningkatan akses layanan TBC RO di Puskesmas ini yakni meningkatkan proporsi pasien yang memulai pengobatan TBC RO dan meningkatkan kapasitas puskesmas untuk dapat menatalaksanakan pasien TBC RO.

“Salah satu permasalahan dan penyebab utama pasien tidak memulai pengobatan TBC RO adalah jarak fasyankes pengobatan TB RO yang jauh dari tempat tinggal pasien dan akses yang sulit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa saat membuka Workshop Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas, Senin (21/04/2024) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Provinsi Gorontalo menjadi target Provinsi Perluasan Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas Tahap 3 Tahun 2024.

“Pelaksanaan Kegiatan Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas di Provinsi Gorontalo telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2024,” ujar Anang.

    Adapun tahapan kegiatan dimulai dari pemilihan 15 Puskesmas di 3 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo, pemilihan Rumah Sakit Pengampu, melakukan sosialisasi awal dan penyusunan serta penandatangan Perjanjian Kerja Sama dengan Rumah Sakit Pengampu.

    “Tahapan selanjutnya yang dilaksanakan saat ini yakni Workshop Insiasiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas dengan harapan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan TBC di Puskesmas,” ungkap Anang.

    Berdasarkan hasil Audit Klinis di Provinsi Gorontalo terdapat 5 temuan utama dalam penatalaksanaan pasien TBC RO yakni 33% Baseline uji kepekaan tidak tersedia, 33% pemeriksaan Follow Up bulanan rutin tidak terlaksana dan 92% masalah pencatatan dan pelaporan tidak lengkap.

    “Sehingga perlu adanya penguatan terhadap Puskesmas yang saat ini telah menjadi fasyankes satelit TBC RO agar dapat memiliki kapasitas juga melakukan inisiasi pengobatan TBC RO,” imbuhnya.

    Puskesmas inisiasi pengobatan dapat melakukan inisiasi pengobatan TBC RO dengan panduan standar yang berkualitas mulai dari dukungan pengobatan bagi pasien TBC RO berupa pendampingan minum obat, manajemen efek samping yang cepat dan tepat dan dukungan psikososial yang dibuthkan untuk menjamin keberhasilan pengobatan.

    Rilis : MD/ILB
    Foto : Eman
    Editor : Nancy Pembengo

    Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
    Channel Youtube
    Facebook Page
    Facebook
    Twitter
    Instagram

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    eighteen − 1 =

    scroll to top
    Bahasa »