Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menjamu Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) Ari Fahrial Syam bersama 25 dokter ahli Gastroenterohepatologi (GEH) di Lounge Bandara Djalaluddin Gorontalo, Minggu (12/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan PGI Outreach 3 yang diselenggarakan pada 10-11 Juli, 2026 di Provinsi Gorontalo.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan harapannya agar kunjungan para dokter ahli tidak hanya memberikan manfaat melalui kegiatan ilmiah dan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pengembangan layanan spesialistik di Gorontalo kepada dunia kedokteran nasional.
Menurut Gusnar, keberadaan para ahli gastroenterohepatologi di Gorontalo diharapkan mampu memberikan resonansi yang luas bahwa layanan dokter spesialis dan subspesialis masih sangat dibutuhkan di kawasan Indonesia Timur.
“Saya berharap agar resonansi ini bisa menggema luas di kalangan para dokter ahli, bukan saja di bidang gastroenterologi, tetapi juga pada keahlian lainnya. Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini secara bertahap mengembangkan layanan kanker kelas utama di RS Hasri Ainun Habibie yang didukung sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan,” ujar Gusnar.
Ia menegaskan, penguatan layanan gastroenterohepatologi juga menjadi bagian dari visi dan misi Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rujukan yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua Umum PB PGI Ari Fahrial Syam mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Namun demikian, ia menilai pengembangan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis dan subspesialis, menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting.
Ari berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat memberikan perhatian terhadap program beasiswa pendidikan dokter spesialis dan subspesialis agar pelayanan gastroenterohepatologi di daerah dapat berkembang secara optimal.
“Kami kemarin sempat meninjau alat endoskopi dan FibroScan di RS Dunda. Alatnya bagus, tetapi sayang karena dokter ahlinya belum tersedia, sehingga alat tersebut belum dapat dioperasionalkan secara maksimal,” ungkap Ari.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kementerian Kesehatan, dan PB PGI, diharapkan pengembangan layanan gastroenterohepatologi dapat semakin diperkuat, sehingga masyarakat Gorontalo tidak lagi harus keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan diagnostik maupun terapi penyakit saluran cerna dan hati yang komprehensif.
Rilis : ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
