Germas Tingkatkan Upaya Promotif dan Preventif pada Pekerja

IMG-20250630-WA0021.jpg

Foto bersama pada Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Program Kesehatan Kerja dan Olahraga.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menyoroti pergeseran pola penyakit di Indonesia, di mana kasus penyakit tidak menular cenderung meningkat dibandingkan penyakit menular. Hal itu disampaikannya pada pertemuan koordinasi dan penguatan program kesehatan kerja dan olahraga di Hotel Aston Kota Gorontalo, Senin (30/06/2025).

Kadinkes Anang mengungkapkan faktor-faktor penyebabnya meliputi kurangnya konsumsi buah dan sayur, kebiasaan merokok serta kurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini semakin mendesak untuk diatasi, terutama mengingat pertumbuhan angkatan kerja yang pesat, khususnya di sektor informal, yang rentan terhadap risiko kesehatan.

Pekerja informal, seperti pedagang, buruh harian, atau petani, sering berhadapan dengan kondisi kerja yang kurang ideal. Paparan lingkungan tidak sehat, jadwal yang tidak teratur, serta keterbatasan akses pada fasilitas kesehatan dan edukasi gaya hidup sehat, menjadikan mereka kelompok yang sangat rentan. Kebiasaan makan yang tidak teratur, minimnya asupan gizi seimbang, kebiasaan merokok, hingga aktivitas fisik berlebihan tanpa diimbangi istirahat dan nutrisi yang cukup, dapat mempercepat serangan PTM pada kelompok ini.

“Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan kesehatan,” tegas Anang dalam arahannya.

Ia menjelaskan bahwa implementasi Germas diharapkan dapat mempercepat sinergi upaya hidup sehat oleh pemerintah, swasta dan seluruh komponen bangsa. Fokus Germas diantaranya melakukan aktifitas fisik, konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, tidak merokok, cek kesehatan secara berkala dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Masyarakat yang sehat akan meningkatkan produktivitas dan menurunkan beban biaya pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Memperkuat Program Kesehatan Kerja dan Olahraga: Kunci Menjaga Produktivitas Pekerja

Fokus pada program kesehatan kerja dan olahraga menjadi sangat penting, mengingat pekerja adalah tulang punggung ekonomi. Program ini harus mengedepankan pelayanan promotif dan preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif. Penyelenggaraannya dilakukan secara berjenjang dari pusat hingga tempat kerja, melibatkan lintas program, lintas sektor, swasta, LSM dan masyarakat.

“Tujuannya adalah untuk memastikan pekerja, termasuk di sektor informal, memiliki pemahaman dan akses yang memadai untuk menjaga kesehatan mereka,” jelas Anang.

Anang mengakui adanya beberapa hambatan dalam pencapaian indikator program, seperti terbatasnya jumlah dan distribusi SDM kesehatan kerja, rotasi pegawai yang sering, jabatan rangkap pengelola, kurangnya motivasi, keterbatasan kompetensi pengelola program di tingkat kabupaten/kota dan puskesmas, serta kurangnya koordinasi dan kolaborasi lintas sektor/lintas program dalam pengembangan kesehatan kerja dan olahraga.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anang berharap melalui pertemuan ini, pengelola program kesehatan kerja dan olahraga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas akan mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada dan dibekali ilmu untuk melaksanakan kegiatan serta mencapai target indikator RPJMN/RENSTRA. Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mendorong kesiapan berbagai sumber daya untuk mewujudkan penyelenggaraan kegiatan kesehatan kerja dan olahraga yang baik, serta pelaporan dan dokumentasi rutin secara digital. Dengan demikian, leveling setiap puskesmas pada aplikasi SITKO diharapkan dapat meningkat.

Pertemuan koordinasi ini dilakukan secara luring dan daring, melibatkan 30 peserta luring dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan tiga puskesmas terdekat, serta peserta daring yang terdiri dari seluruh pengelola program kesehatan kerja dan olahraga dari berbagai daerah, Tim Kerja Usia Produktif, Lansia dan Kesehatan Jiwa, serta Pejabat Fungsional Madya, Muda dan Pertama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =

scroll to top
Bahasa »