GEMAR mendukung MBG : Bukan sekedar membagi makanan (Bagian 2)

IMG-20250703-WA0010.jpg

Oleh : Yustiyanty Monoarfa

(Pemerhati Gizi dan Kesehatan Masyarakat)

Hasil pengukuran status gizi pada siswa di sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Beberapa siswa yang berat badannya dulu rendah, kini mulai naik. Banyak dari mereka bahkan ada yang sudah mencapai status gizi normal.

Tapi, ternyata ada hal yang kemudian membuat kami waspada.
Namun di balik kabar baik itu, kami mulai menyadari sebuah hal yang membuat waspada. Sebab di tengah peningkatan berat badan anak-anak, muncul pertanyaan: apakah kenaikan ini benar-benar mencerminkan perbaikan gizi, atau justru mengarah pada risiko baru yang tak terduga?

Karena, meski jumlah anak yang kurus berangsur berkurang, ternyata jumlah anak yang gemuk justru naik di beberapa sekolah. Di SDN 74 anak gemuk naik sekitar 6%, SDN 78 anak gemuk juga naik lebih dari 6%. Walaupun anak gemuk belum tentu obesitas, tapi bila tidak diawasi dan didampingi, berat badan mereka bisa terus naik hingga melewati batas sehat. Bisa saja dalam beberapa bulan ke depan mereka akan jadi obesitas, yaitu kelebihan berat badan yang bisa membahayakan kesehatan.
Program MBG memang membawa banyak manfaat, tapi kita tidak boleh lengah. Makanan sehat bukan hanya soal porsi yang cukup, tapi juga harus seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh anak.

Karena itu, jalan keluarnya perlu ada edukasi tentang pentingnya gizi seimbang. Dengan ini anak-anak bisa dipastikan tetap tumbuh sehat tanpa kelebihan berat badan.

Atas dasar itu, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mencetus satu program inovasi yang diberi nama GEMAR dukung MBG, yakni singkatan dari “Gerakan Edukasi dan Monitoring Antropometri Rutin” untuk mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Apa maksudnya? GEMAR adalah kegiatan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anak-anak secara rutin, sekaligus memberikan penjelasan tentang gizi Yang tepat kepada anak, guru, dan orang tua. Jadi anak-anak tidak hanya makan, tapi juga diajarkan bagaimana caranya makan yang sehat dan seimbang.

Dengan GEMAR, kita bisa tahu lebih awal jika ada anak yang masih kekurangan gizi maka bisa ditangani lebih cepat, dan bila berat badannya naik terlalu cepat maka bisa dicegah sebelum jadi obesitas.

Kenapa Program MBG harus didampingi GEMAR?

Program MBG akan jauh lebih efektif bila disertai dengan pemantauan kesehatan anak secara rutin, edukasi tentang makanan sehat dan dukungan dari sekolah dan orang tua.
Saat menemui Prof Soekirman (pakar gizi Indonesia) di kediamannya, beliau memberi masukan bahwa program MBG tanpa pengawasan bisa saja membuat anak terlalu banyak makan makanan berkalori tinggi, seperti nasi, lauk tinggi lemak, atau minuman manis. Nah, kalau anak tidak diajarkan bergerak dan berolahraga, serta tidak diberi edukasi atau pemahaman gizi seimbang, maka berat badan bisa naik terlalu cepat. Menurut beliau, dengan adanya GEMAR, pemerintah bisa tahu makanan mana yang cocok, bagian mana yang perlu diperbaiki, dan bagaimana membantu anak-anak tumbuh dengan gizi yang cukup, seimbang, dan aman. Dengan demikian Program MBG yang disertai edukasi dan pemantauan gizi maka akan memberi dampak yang bagus. Anak-anak jadi tidak kekurangan gizi. Tapi agar mereka benar-benar tumbuh sehat, kuat, dan tidak obesitas, karenannya kita semua harus ikut mengawasi dan mendukung program ini.

Dengan bantuan Inovasi GEMAR, program MBG tetap berada di jalur yang benar. Karenanya mari kita pastikan anak-anak tumbuh kuat, cerdas, dan sehat, yang tidak hanya hanya sekedar kenyang, tapi juga memiliki gizi yang seimbang! (*)

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 6 =

scroll to top
Bahasa »