Dinkes Provinsi Kampanye Pencegahan Stunting Di Desa Ibarat Gorontalo Utara

WhatsApp-Image-2022-11-01-at-18.45.54.jpeg

Kampanye Pencegahab Stunting dengan sasaran siswa sekolah menengah pertama.

Kabupaten Gorontalo Utara, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan upaya penggerakan masyarakat dalam rangka kampanye pencegahan stunting dengan sasaran anak sekolah menengah pertama, Selasa (01/11/2022) bertempat di SMP Negeri 5 Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Gorontalo, Jeane I. Dalie menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya pencegahan stunting berupa senam pagi, sarapan bersama, edukasi gizi seimbang, pengukuran LILA dan pembagian bahan kontak.

“Serta pemberian tablet tambah darah,” kata Jeane.

Jeane berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah secara terus-menerus dan berkesinambungan.

“Diharapkan untuk Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Gorontalo Utara lebih menggiatkan dalam pencegahan stunting dengan cara yaitu dimulai sejak dini dimana dengan pemberian tablet tambah darah memberikan gizi seimbang kepada anak-anak,” tutur Jeane.

Di tempat yang sama Nutrisonis Ahli Madya, Suryanto Soleman mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo atas pelaksanaan kegiatan intervensi dalam upaya pencegahan stunting.

“Kita ketahui bersama bahwa Desa Ibarat dan
Hiyalo Oyilo di Kecamatan Anggrek ini yang menjadi lokus yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi termasuk Tim Penggerak PKK Provinsi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Gorontalo Utara,” ucap Suryanto.

Pelaksanaan intervensi dalam upaya pencegahan stunting dikalangan remaja siswa dalam rangka memotong mata rantai prevalensi stunting di Kabupaten Gorontalo Utara.

Penyerahan bahan kontak

“Insya Allah tidak akan ada lagi generasi yang akan melahirkan anak-anak stunting di Gorontalo utara,” imbuhnya.

Selain stunting, kata Suryanto pemerintah juga harus tetap memperhatikan masalah gizi lainnya.

“Perlu juga kita menaruh perhatian khusus terhadap peningkatan prevalensi gizi buruk serta masalah gizi lainnya seperti gangguan akibat kekurangan yodium yang sudah mulai merangkak naik termasuk obesitas di kalangan anak-anak khususnya mulai dari balita, remaja putri sampai dengan remaja usia SMA,” pungkas Suryanto.

Desa Ibarat adalah lokus kedua dilaksanakannya intervensi pencegahan stunting setelah sebelumnya Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melakukan kegiatan serupa di desa Harapan Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo.

Rilis : MD
Foto : Arvan/Rais
Videografer : ILB/Andi
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three − 1 =

scroll to top