Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Indikator Program Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas untuk periode 2025-2029. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu secara daring dan luring, dengan peserta pengelola program dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Erni Mansur, menjelaskan bahwa tahap pertama sosialisasi dilaksanakan secara daring pada Kamis (13/03/2025) untuk lima kabupaten, yaitu Gorontalo, Boalemo, Gorontalo Utara, Pohuwato, dan Bone Bolango. Sementara itu, tahap kedua dilaksanakan secara luring, Jumat (14/03/2025) di aula kantor Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Gorontalo beserta pengelola program Promosi Kesehatan dan Pengelola Kesehatan Kerja dan Olahraga Puskesmas.
Dalam arahannya, Erni menyampaikan bahwa arah kebijakan dan strategi program Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas untuk periode 2025-2029 sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan. Beberapa fokus utama yang akan diperkuat meliputi penguatan strategi komunikasi, informasi, dan edukasi untuk perubahan perilaku hidup sehat, penguatan promosi kesehatan di posyandu termasuk penguatan kader, satuan pendidikan, tempat kerja, serta pengembangan surveilans perilaku masyarakat.
“Kami berharap melalui program ini, masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup sehat dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Erni.

Selain program promosi kesehatan, pada kesempatan itu juga dibahas indikator program kesehatan kerja dan olahraga, dimana menekankan pada pentingnya peningkatan kesehatan kerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja, pentingnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan bagaimana indikator aktivitas fisik masyarakat dapat diukur melalui survei kesehatan.
Erni menambahkan beberapa indikator terkait kesehatan kerja yang disampaikan oleh narasumber, seperti tingkat kepatuhan perusahaan terhadap standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta peningkatan cakupan pemeriksaan kesehatan bagi pekerja.
“Kami juga menyampaikan kolaborasi berbagai program-program promkes yang mendukung kesehatan kerja dan olahraga, seperti kampanye “Ayo Kerja Sehat” dan “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” (GERMAS)”, pungkas Erni.
Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pengelo program dapat lebih memahami dan mengimplementasikan indikator-indikator tersebut dalam program kerja mereka, sehingga tujuan pembangunan kesehatan nasional dapat tercapai secara optimal.
Rilis : MD/ILB
Editor ; Nancy Pembengo
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
