Dinkes Provinsi Gorontalo Lakukan Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG

IMG-20250228-WA0002.jpg

Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan di SPPG Pone Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Seksi Penyehatan Lingkungan melakukan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran dari Kemenkes Nomor: HK.02.02/C/3191/2024 Tanggal 30 Desember 2024 tentang Dukungan Pelaksanaan, Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Olahan Siap Saji pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dihubungi Tim Infokom, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Shintia Rivai, Jum’at (28/02/2025) menyatakan bahwa program ini bertujuan mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 serta upaya dalam penurunan stunting untuk terciptanya generasi yang sehat, cerdas, terampil, memiliki keunggulan daya saing serta produktivitas ekonomi.

“Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya dukungan pelaksanaan, pembinaan, dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji dalam rangka pencegahan dan peningkatan kewaspadaan dini KLB Keracunan Pangan pada Program Makan Bergizi Gratis”, ungkap Shintia.

Dari informasi yang dikumpulkan, pengawasan telah dilakukan di beberapa titik antara lain Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Tengah Kota Gorontalo, SPPG Pone Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo, SPPG Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara dan SPPG Marisa Kabupaten Pohuwato.

“Adapun kegiatan yang dilakukan dalam pengawasan tersebut adalah pengambilan sampel air baku dan makanan yang sudah diolah, serta memberikan masukan terhadap hal-hal yang dapat dibenahi secara langsung terkait keamanan pangan”, jelas Shintia.

Dari hasil pengawasan tersebut beberapa hal yang perlu diperhatikan dan menjadi rekomendasi adalah diharapkan agar semua dapur SPPG untuk selalu memperhatikan kebersihan baik bahan baku, tempat penyimpanan, tempat pengolahan sampai pendistibusian, serta menjaga kebersihan dan kesehatan penjamah makanan karena kualitas makanan sangat ditentukan olah ketaatan penjamah makanan untuk memperhatikan pripsip hygiene sanitasi makanan serta penanggung jawab SPPG harus segera menjadwalkan pelatihan bagi penjamah makanan dengan tujuan untuk kapasitan pengetahuan penjamah makanan terhadap hygiene sanitasi pangan.

“Disamping itu, petugas kesehatan lingkungan Kabupaten dan sanitarian puskesmas untuk selalu melakukan pengawasan secara berkala di dapur SPPG untuk selalu memastikan pengolahan makanan dilakukan dengan baik”, pungkas Shintia.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − five =

scroll to top
Bahasa »