Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa memberikan sambutan sekaligus arahan pada kegiatan Pelatihan Gizi Bencana yang berlangsung di Grand Q Hotel, Selasa (19/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan gizi pada situasi darurat bencana.
Dalam sambutannya, Anang menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat letak geografis di kawasan cincin api Pasifik serta dampak perubahan iklim yang terus meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga gelombang pasang semakin sering terjadi dan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Ia menjelaskan bahwa persoalan gizi dalam situasi bencana sering kali menjadi ancaman serius yang muncul pada fase awal tanggap darurat. Menurutnya, keterbatasan pangan bergizi, kondisi pengungsian yang padat, sanitasi yang kurang baik, hingga distribusi logistik yang belum optimal dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan di tengah masyarakat terdampak bencana.
“Persoalan gizi dalam situasi bencana sering kali menjadi ancaman serius yang muncul pada fase awal tanggap darurat. Keterbatasan pangan bergizi, sanitasi yang buruk, hingga distribusi logistik yang belum optimal dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan di tengah masyarakat terdampak bencana,” ujar Anang.
Anang juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, serta masyarakat dengan penyakit kronis. Ia menekankan bahwa intervensi gizi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan krisis kesehatan secara menyeluruh agar dampak kesehatan akibat bencana dapat diminimalkan. Selain itu, pelayanan gizi bencana tidak hanya berfokus pada pembagian makanan, tetapi juga mencakup penilaian status gizi pengungsi, pemantauan kelompok rentan, penyediaan makanan sesuai standar gizi, pengelolaan dapur umum yang higienis, perlindungan pemberian ASI, hingga koordinasi lintas sektor secara efektif.
“Pelatihan Gizi Bencana ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu melakukan intervensi gizi secara cepat, tepat, terukur, dan sesuai standar pada situasi darurat. Saya berharap lahir tenaga kesehatan yang profesional, sigap, dan tangguh dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat saat terjadi bencana di Provinsi Gorontalo,” tambahnya.
Melalui pelatihan tersebut, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi bencana semakin meningkat sehingga pelayanan kesehatan, khususnya pemenuhan gizi masyarakat terdampak, dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Rilis : ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
