Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Apresiasi Seluruh Jajaran Kesehatan Sukses Kawal PENAS XVII 2026

WhatsApp-Image-2026-06-25-at-09.23.49.jpeg

Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kesehatan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pengamanan kesehatan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 hingga puncak kegiatan yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/06/2026).

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan agenda nasional tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama seluruh unsur kesehatan yang bekerja secara terintegrasi sejak sebelum kegiatan dimulai hingga pelaksanaan puncak acara. Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, ia menyampaikan penghargaan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, tenaga medis, serta relawan kesehatan yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi peserta dan masyarakat.

Sejak 15 Juni 2026, berbagai langkah antisipatif telah dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan lingkungan dan peserta tetap terjaga. Kegiatan diawali dengan surveilans kesehatan lingkungan pada homestay dan lokasi penginapan peserta guna mengidentifikasi serta mencegah potensi faktor risiko penyakit. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan, karena lingkungan yang sehat merupakan salah satu faktor utama dalam melindungi kesehatan masyarakat pada kegiatan berskala besar.

Selain itu, tim kesehatan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk, skrining kesehatan peserta, serta menyiapkan pos kesehatan dan layanan kegawatdaruratan yang siaga selama 24 jam. Berbagai upaya tersebut merupakan bentuk penerapan deteksi dini dan respons cepat terhadap masalah kesehatan yang dapat muncul sewaktu-waktu. Sistem rujukan kesehatan juga disiapkan secara berjenjang mulai dari rumah sakit lapangan, rumah sakit rujukan, hingga rumah sakit rujukan utama guna memastikan setiap kasus dapat ditangani sesuai kebutuhan medisnya.

Pemeriksaan kesehatan di homestay tempat peserta menginap.

Pengawasan kesehatan lingkungan dan keamanan pangan turut menjadi perhatian utama selama PENAS XVII berlangsung. Bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo melakukan pengawasan terhadap penyedia makanan guna mencegah kejadian keracunan pangan. Pemeriksaan sanitasi lingkungan serta pengambilan sampel air juga dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar peserta memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

Kesiapsiagaan tim kesehatan juga terlihat saat skrining kesehatan menemukan peserta yang terkonfirmasi positif malaria. Temuan tersebut segera ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi, penanganan medis, serta langkah pencegahan lainnya untuk memastikan tidak terjadi penularan lanjutan. Penanganan cepat tersebut menunjukkan pentingnya skrining kesehatan sebagai upaya deteksi dini yang efektif dalam melindungi kesehatan peserta dan mencegah penyebaran penyakit menular pada kegiatan yang melibatkan ribuan orang dari berbagai daerah.

Tenaga kesehatan dan tenaga medis yang bertugas di pos kesehatan.

Anang menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan kesehatan PENAS XVII merupakan hasil dedikasi seluruh tenaga kesehatan yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan setiap peserta memperoleh pelayanan yang aman dan berkualitas. Menurutnya, suksesnya sebuah kegiatan nasional tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat sejak kedatangan hingga kembali ke daerah asal masing-masing.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Bapak Gubernur Gusnar Ismail dan Ibu Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran kesehatan yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi. Berkat kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh tim, pelayanan kesehatan selama PENAS XVII dapat berjalan dengan baik sehingga peserta, tamu undangan, dan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal,” ujar Anang.

Pengawasan penyedia makanan peserta.

Meski puncak kegiatan telah selesai dilaksanakan, pelayanan kesehatan masih terus berlangsung hingga 28 Juni 2026. Tim kesehatan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan kesehatan peserta, menjaga kesiapsiagaan pelayanan medis, melaksanakan pengawasan sanitasi lingkungan, serta meneruskan kegiatan surveilans kesehatan guna memastikan seluruh peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat dan aman.

“Tugas kami belum berakhir. Tim kesehatan akan tetap bertugas hingga 28 Juni 2026 untuk memastikan proses kepulangan seluruh peserta berjalan dengan baik. Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia dan tidak ada kejadian kesehatan yang berpotensi mengganggu peserta setelah rangkaian kegiatan PENAS XVII berakhir,” kata Anang.

Ia berharap seluruh peserta membawa pulang pengalaman positif dari Gorontalo sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan berskala besar. Menurutnya, kolaborasi yang telah terbangun selama PENAS XVII menjadi contoh bahwa penguatan upaya promotif, preventif, kuratif, dan respons cepat dapat mendukung suksesnya penyelenggaraan sebuah agenda nasional sekaligus melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − seventeen =

scroll to top
Bahasa »