Kontingen Jawa Barat Apresiasi Pelayanan Kesehatan dan Keramahan Masyarakat Gorontalo pada PENAS XVII 2026

IMG-20260626-WA0000.jpg

Penanggung jawab Kontingen Jawa Barat Asep Halim Jamaludin menerima cenderamata PENAS XVII dari Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Koordinator Kontingen Jawa Barat, Asep Halim Jamaludin, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelayanan yang diberikan Pemerintah Provinsi Gorontalo selama pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026. Menurutnya, pelayanan yang diterima peserta sejak kedatangan hingga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut.

Asep mengungkapkan bahwa perhatian yang diberikan kepada peserta, khususnya dalam aspek kesehatan, menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan PENAS sebelumnya. Ia menilai kehadiran petugas kesehatan yang mendampingi peserta sejak awal kedatangan memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh kontingen.

“Selama saya mengikuti kegiatan PENAS kurang lebih 25 tahun, baru di Gorontalo kami merasakan pelayanan kesehatan yang begitu lengkap. Sejak tiba, peserta langsung mendapatkan skrining kesehatan sebelum menuju homestay. Ini menjadi hal yang sangat baik karena kondisi kesehatan peserta dapat dipantau sejak awal,” ujar Asep saat diwawancarai, Kamis (25/06/2026).

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang disiapkan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tidak hanya hadir pada saat pemeriksaan awal, tetapi juga terus siaga selama kegiatan berlangsung. Setiap laporan peserta yang mengalami gangguan kesehatan langsung direspons oleh tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan.

“Ketika ada peserta yang mengeluhkan kondisi kesehatannya, kami cukup menghubungi tim kesehatan dan petugas langsung datang memberikan pelayanan. Respons cepat seperti ini sangat membantu peserta yang kelelahan setelah mengikuti berbagai kegiatan PENAS,” katanya.

Selain pelayanan kesehatan, Asep juga mengapresiasi keramahan masyarakat Gorontalo yang dinilainya menjadi nilai tambah dalam penyelenggaraan PENAS XVII. Ia menyebut peserta dari Jawa Barat merasa diterima dengan baik selama berada di Gorontalo, baik oleh panitia, petugas pendamping maupun masyarakat di sekitar lokasi kegiatan dan homestay.

Asep menilai sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, panitia, dan masyarakat berhasil menciptakan suasana yang nyaman bagi ribuan peserta dari berbagai provinsi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan nasional yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo.

“Pelayanan yang diberikan sangat baik dan patut dipertahankan. Kami merasakan perhatian yang luar biasa, tidak hanya dari panitia dan tenaga kesehatan, tetapi juga dari masyarakat Gorontalo yang menyambut peserta dengan ramah. Ini menjadi kesan yang sangat positif bagi kami selama mengikuti PENAS XVII,” tutupnya.

Hingga 25 Juni 2026, sebagian besar anggota Kontingen Jawa Barat telah kembali ke daerah asal. Dari total 105 peserta yang mengikuti PENAS XVII di Gorontalo, sebanyak 94 orang telah bertolak ke Jawa Barat. Sementara itu, 11 orang lainnya masih berada di Gorontalo dan dijadwalkan kembali pada 27 Juni 2026.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 1 =

scroll to top
Bahasa »