Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Gorontalo melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) dan Higiene Sanitasi Pangan sebagai bagian dari upaya pengamanan kesehatan pada pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh proses penyediaan makanan pada kegiatan ini berlangsung aman, higienis, dan memenuhi standar keamanan pangan.
Sebanyak 14 penyedia konsumsi yang akan melayani kebutuhan makan dan minum peserta PENAS XVII menjadi sasaran pemeriksaan. Penyedia konsumsi tersebut tersebar di tiga wilayah, yakni delapan penyedia di Kota Gorontalo, lima penyedia di Kabupaten Gorontalo, dan satu penyedia di Kabupaten Bone Bolango. Hingga Kamis (18/06/2026), tim kesehatan lingkungan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo telah melakukan inspeksi kesehatan lingkungan pada delapan penyedia makanan.
Pelaksanaan IKL dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada Jumat (19/06/2026), sehingga seluruh penyedia konsumsi yang terlibat dalam penyelenggaraan PENAS XVII telah memenuhi persyaratan higiene sanitasi pangan sebelum mulai melayani peserta kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan lingkungan melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan menggunakan Form IKL Jasa Boga Golongan B sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh aspek pengelolaan pangan, mulai dari sarana, fasilitas, proses produksi, hingga penjamah pangan yang terlibat dalam produksi makanan.

Pada tahap pemeriksaan, petugas melakukan inspeksi area luar Tempat Pengolahan Pangan (TPP), area dalam TPP, area penyimpanan pangan, serta area persiapan, pengolahan, dan pengemasan pangan. Selain itu, dilakukan pula penilaian terhadap fasilitas higiene sanitasi bagi personel penjamah makanan guna memastikan seluruh proses pengolahan pangan berlangsung dalam kondisi yang aman dan memenuhi standar kesehatan.
Tim kesehatan juga memberikan penyuluhan Higiene Sanitasi Pangan (HSP) kepada pengelola dan penjamah pangan pada katering penyedia konsumsi. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip keamanan pangan sehingga risiko kontaminasi silang selama proses pengolahan dan distribusi makanan dapat dicegah dan makanan yang di produksi menjadi aman untuk di konsumsi.
Sebagai langkah mitigasi risiko kejadian keracunan pangan, tim melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel lingkungan, termasuk sampel air, makanan, dan sampel lain yang diperlukan pada sarana berisiko tinggi. Petugas juga memastikan setiap penyedia konsumsi melakukan penyimpanan sampel makanan hasil produksi selama 2×24 jam di dalam freezer sebagai bagian dari prosedur kewaspadaan dan investigasi apabila terjadi dugaan kasus keracunan pangan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Erni Nuraini Mansur, mengatakan bahwa inspeksi kesehatan lingkungan dan pengawasan higiene sanitasi pangan merupakan langkah penting untuk menjamin keamanan pangan peserta selama pelaksanaan PENAS XVII.
“Kami ingin memastikan seluruh penyedia konsumsi menerapkan standar higiene sanitasi dan keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui inspeksi, pembinaan, penyuluhan, serta pengambilan sampel lingkungan dan pangan, kami berupaya mencegah terjadinya penyakit maupun kejadian keracunan pangan sehingga seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan PENAS XVII dengan aman dan sehat,” ujar Erni.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan sebelum kegiatan berlangsung, tetapi juga akan terus dilaksanakan selama penyelenggaraan PENAS XVII melalui pemantauan rutin terhadap jasa boga dan tempat pengolahan pangan di lokasi kegiatan.
“Kami menargetkan seluruh inspeksi kesehatan lingkungan terhadap penyedia konsumsi selesai sebelum kegiatan dimulai. Selanjutnya, tim kesehatan akan tetap melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala agar kualitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada peserta tetap terjaga hingga kegiatan berakhir,” tambahnya.
Selain memastikan seluruh tahapan pengelolaan pangan sesuai standar keamanan pangan, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo juga akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkelanjutan terhadap Tempat Pengolahan Pangan (TPP) dan jasa boga selama pelaksanaan PENAS Petani dan Nelayan XVII berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan pangan, mencegah kejadian keracunan makanan, serta mendukung suksesnya penyelenggaraan agenda nasional tersebut.
Rilis : ILB
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
