Bele Mo’osehati Dapat Dukungan Balai POM Di Gorontalo

IMG-20240709-WA0047.jpg

Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Djoewiati Rudy Salahuddin meninjau bahan makanan PMT dan salah satu produk minyak kelapa IngoA+.

Kabupaten Bone Bolango, Dinkesprov – Peresmian Bele Mo’osehati yang dilakukan pada Selasa, (09/07/2024) di Desa Talulobutu Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango merupakan upaya pencegahan stunting. Hal ini terwujud berkat kerjasama antara Dinas Kesehatan Provinsi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Desa Talulobutu.

Komitmen bersama dalam melakukan pencegahan stunting mendapat dukungan dari lintas sektor terkait diantaranya Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Gorontalo.

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Gorontalo, Stepanus Simon Sesa mengungkapkan salah satu dukungan yang diberikan adalah dengan memberikan bantuan minyak kelapa IngoA+ untuk digunakan dalam pengolahan bahan makanan yang akan digunakan dalam intervensi kepada balita gizi kurang maupun stunting.

“Kami memang ada inovasi yang sudah beberapa bulan ini kami rancang dan partisipasi kami tentunya memberikan bantuan melalui minyak kelapa yang merupakan inovasi Balai POM Gorontalo untuk bisa menjadi salah satu produk yang bisa digunakan untuk penurunan bahkan pencegahan stunting,” ungkap Stepanus.

Kontribusi yang bisa dilakukan oleh Balai POM, kata Stepanus sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam pengawasan obat dan makanan sehingga pemberian bantuan berupa produk minyak kelapa IngoA+ diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perbaikan gizi dan membantu UMKM lokal. Selain itu, IngoA+ adalah satu-satunya minyak goreng di Indonesia yang di fortifikasi dengan vitamin A

“Minyak kelapa atau di kita sini bilang minyak kampung belum ada di manapun di seluruh Indonesia, untuk fortifikasi minyak kelapa dengan vitamin A dan itu merupakan salah satu bentuk dalam pencegahan atau penurunan stunting dengan fortifikasi vitamin, karena itu minyak kelapa menjadi salah satu alternatif kita tadi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Talulobutu Selatan Kecamatan Tapa Mahdi Jusuf menjelaskan dukungan pemerintah desa melalui alokasi dana desa untuk perbaikan gizi bayi dan balita.

“Kalau di tahun 2024 kurang lebih selama kurun waktu 1 tahun ini untuk Posyandu sekitar lebih 9 jutaan, itu ada pemberian susu, ada paket-paket isi piringku dan kemudian juga ada pemberian makanan tambahan kurang lebih ada 47 jutaan selama kurun waktu 1 tahun di tahun 2024 ini,” pungkasnya.

Di desa Talulobutu terdata 58 balita dan sebanyak 10 balita mengalami gangguan gizi kurang akan di intervensi di Bele Mo’osehati selama 3 bulan.

Rilis : MD
Videografer : ILB/Dian
Foto : Ryan
Video Editor : Reza
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + nineteen =

scroll to top
Bahasa »