Wujudkan Perencanaan Terpadu, Dinkes Provinsi Gorontalo Gelar Pertemuan Pengembangan Sistem Informasi dan Desk Anggaran 2026

IMG-20251025-WA0003.jpg

Pertemuan Pengembangan Sistem Informasi dan Desk Anggaran 2026.

Kabupaten Bone Bolango, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Pertemuan Pengembangan Sistem Informasi yang dirangkaikan dengan Desk Usulan Anggaran Tahun 2026 pada tanggal 23–24 Oktober 2025 di Naffil Café & Resto, Kabupaten Bone Bolango.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan ini digabungkan agar pelaksanaannya lebih efisien, sekaligus memperkuat koordinasi antara pengembangan sistem informasi internal dan proses perencanaan anggaran tahun 2026.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menekankan pentingnya penerapan prinsip keterpaduan, efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas dalam setiap usulan program dan kegiatan. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar dalam memastikan bahwa setiap perencanaan dan penganggaran benar-benar memberi dampak nyata terhadap peningkatan layanan kesehatan.

“Kita ingin semua data dan perencanaan berjalan dalam satu sistem yang saling terhubung. Dengan begitu, proses perencanaan dan penganggaran bisa lebih efisien, terukur, dan akuntabel,” ujar Anang.

Ia juga menambahkan, keterpaduan berarti semua unit bergerak dengan arah yang sama, efektivitas berarti hasilnya benar-benar berdampak, efisiensi berarti sumber daya digunakan sebaik mungkin dan akuntabilitas berarti setiap langkah bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan dan siap melayani.

Pengembangan sistem informasi internal Dinas Kesehatan ini dimaksudkan untuk membangun satu aplikasi terpadu yang menghimpun berbagai aplikasi yang selama ini digunakan di lingkungan Dinas Kesehatan. Melalui aplikasi ini, data dan informasi dari seluruh bidang dapat diintegrasikan dengan kinerja dan realisasi anggaran, sehingga proses pemantauan dan evaluasi menjadi lebih mudah dan transparan.

Sebagai langkah implementasi, pengelolaan dan penginputan data pada sistem tersebut akan melibatkan tenaga PPPK, khususnya operator layanan, yang akan ditugaskan sebagai penginput utama di masing-masing unit kerja.

“Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo berharap seluruh unit dapat menyusun usulan program dan kegiatan tahun 2026 yang selaras dengan prioritas pembangunan kesehatan daerah, berbasis data yang valid, serta terintegrasi dalam sistem informasi kesehatan yang efisien dan akuntabel,” pungkas Anang.

Rilis : KrisNA/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =

scroll to top
Bahasa »