Pelacakan dan Konfirmasi Masalah Gizi Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

IMG-20200807-WA0022.jpg

Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo saat melakukan Pelacakan dan Konfirmasi Masalah Gizi Pada Era New Normal dialah satu Puskesmas di Kabupaten Gorontalo beber waktu lalu.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dalam rangka Upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Seksi Kesehatan Keluarga, Pengendalian Penduduk, KB dan Gizi melaksanakan Kegiatan Pelacakan dan Konfirmasi Masalah Gizi pada Era New Normal yang dilaksanakan pada tanggal 23 s/d 25 Juli 2020 di Kabupaten/ Kota se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan Pelacakan dan Konfirmasi masalah Gizi perlu dilaksanakan yaitu untuk mendapatkan informasi dan gambaran yang jelas serta penajaman maupun refocusing kegiatan gizi masyarakat dan faktor-faktor yang mendukung serta masalah atau kendala yang dihadapi dari seluruh Kabupaten/Kota.

Kepala bidang Kesehatan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan KB, dr. Rosina Kiu menjelaskan bahwa Nutrisi menjadi hal penting saat terjadi pandemi Covid-19. Apalagi bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

“Masalah nutrisi ini juga menjadi tantangan mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan permasalahan gizi buruk, khususnya stunting, prevalensi terakhir di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukan stunting masih sebesar 27,67 persen, atau dapat dikatakan setiap 10 anak ada 3 di antaranya yang mengalami stunting. Angka tersebut tentunya masih di atas yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 20 persen” ujarnya.

Hal ini tentunya cukup mengkhawatirkan, karena akibat wabah Covid-19, anak-anak yang menderita kurang gizi di Indonesia berpotensi semakin meningkat. Padahal, selain berperan bagi pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak, nutrisi harian dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seorang anak dan menentukan masa depan bangsa Indonesia.

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Pengendalian Penduduk, KB dan Gizi H. Syafiin S. Napu, SKM, M.Kes mengatakan bahwa Status gizi, khususnya status gizi anak Balita merupakan salah satu indikator yang akan menentukan kualitas Sumber Daya Manusia.

“Salah satu sasaran pokok dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019 adalah meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak yang ditandai dengan membaiknya status gizi ibu dan anak, menurunnya angka kesakitan dan kematian ibu dan anak”, pungkas Apin, sapaan akrabnya.

Rilis : Dewi Frida / Nur Ajran
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + twelve =

scroll to top