Waspada ISPA dan Diare pada Balita Saat Momen Idulfitri, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Ingatkan Orang Tua Tetap Siaga

IMG-20260319-WA0002-e1773900305897.jpg

Foto : Instagram ayosehat.kemenkes.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Momentum Hari Raya Idulfitri yang identik dengan silaturahmi dan kebersamaan keluarga membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat. Namun demikian, di balik suasana hangat tersebut, terdapat potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dua penyakit yang kerap muncul pasca-Lebaran, yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare. Imbauan tersebut disampaikan dalam keterangan resminya pada Kamis (19/03/2026).

Menurut Anang, meningkatnya mobilitas masyarakat, intensitas interaksi fisik, serta perubahan pola konsumsi makanan selama Idulfitri menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan pada anak usia di bawah lima tahun.

“Balita sangat rentan karena sistem imun mereka belum terbentuk sempurna. Kontak fisik yang tinggi saat silaturahmi serta konsumsi makanan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penularan penyakit,” jelasnya.

Ia menguraikan, ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan dapat menular dengan cepat melalui percikan droplet maupun kontak langsung, seperti bersalaman atau mencium anak. Sementara itu, diare umumnya dipicu oleh konsumsi makanan yang kurang higienis, terlalu bersantan, pedas, atau manis, serta kebersihan tangan yang tidak terjaga.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo mendorong orang tua untuk lebih disiplin dalam menjaga kesehatan anak. Untuk mencegah ISPA, masyarakat diimbau membatasi kontak fisik balita dengan orang yang sedang sakit, rutin mencuci tangan, serta memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.

Adapun untuk mencegah diare, orang tua disarankan untuk mengontrol asupan makanan anak, menghindari konsumsi makanan berisiko, memastikan kecukupan cairan, serta menjaga kebersihan peralatan makan.

Lebih lanjut, Anang juga mengingatkan agar orang tua tidak mengabaikan gejala awal yang muncul pada anak. Jika balita mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, sesak napas, atau buang air besar cair lebih dari tiga kali sehari disertai kondisi lemas, maka segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau rumah sakit.

“Lebaran yang nyaman adalah Lebaran tanpa gangguan kesehatan. Kami berharap orang tua tetap siaga dan responsif dalam memantau kondisi anak agar momen kebersamaan ini tetap berjalan dengan aman dan bermakna,” pungkasnya.

Rilis : ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + seven =

scroll to top
Bahasa »