Wagub Idah Syahidah Tekankan Sinergi Puskesmas dan SPPG Diperkuat Untuk Perbaikan Gizi Ibu dan Anak

IMG-20260421-WA0016.jpg

Pertemuan Evaluasi Kesehatan Ibu dan Anak termasuk masalah gizi seperti weight faltering, underweight, gizi kurang, gizi buruk, dan stunting.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar Pertemuan Evaluasi Kesehatan Ibu dan Anak termasuk masalah gizi seperti weight faltering, underweight, gizi kurang, gizi buruk, dan stunting, dengan tema “Konsolidasi Program Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan melalui Sinergi Puskesmas dan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG)”, Selasa (21/04/2026) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dan turut dihadiri Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Syafiin S. Napu.

Saat diwawancarai, Wagub Idah Syahidah menekankan pentingnya evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan kolaborasi antara tenaga gizi di puskesmas dan ahli gizi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dengan hadirnya petugas gizi puskesmas dan ahli gizi SPPG ini diharapkan dalam memberikan pelayanan terhadap penerima manfaat MBG ini perlu diperbaiki. Ini kan mengevaluasi beberapa temuan-temuan terhadap program MBG yang kurang maksimal” ujar Idah Syahidah.

Ia juga menyoroti pentingnya variasi menu yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Saya harapkan mereka lebih memberikan variasi menu yang bergizi kemudian takaran ukurannya sesuai dengan usia dari penerima manfaat. Kemudian petugas gizi di puskesmas juga harus mendata asupan kecukupan gizi daripada B3 yaitu ibu hamil, menyusui dan anak balita sudah terpenuhi atau belum?” kata Idah.

Di akhir wawancara, Wagub berharap pertemuan ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap optimalisasi pelaksanaan program MBG, terlebih dengan kehadiran narasumber kompeten dari tingkat nasional.

“Apalagi pertemuan ini akan dihadiri oleh tenaga ahli gizi dari Jakarta untuk memberikan penguatan kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk SPPG dan tenaga ahli gizi puskesmas, jadi tolong jangan sia-siakan” pungkas Idah.

Pertemuan ini diikuti oleh 115 peserta yang terdiri dari ahli gizi SPPG se-Provinsi Gorontalo, petugas gizi puskesmas, penanggung jawab gizi di dinas kesehatan kabupaten/kota, serta perwakilan lintas sektor dan lintas program di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 21 hingga 22 April 2026.

Rilis : ILB
Foto : Dandels
Videografer : AIS
Video Editor : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 − two =

scroll to top
Bahasa »