Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, kembali mengingatkan generasi muda untuk menjauhi berbagai bentuk pergaulan berisiko yang dapat memicu penularan HIV-AIDS. Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Edukasi Informasi Dasar HIV-AIDS bagi siswa SMA Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar itu turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, bersama jajaran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo. Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai HIV-AIDS, cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya menjauhi perilaku berisiko yang dapat mengancam kesehatan dan masa depan mereka.
Dalam sambutannya, Idah Syahidah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana terus memperkuat upaya sosialisasi dan edukasi HIV-AIDS, khususnya di kalangan remaja. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali informasi yang benar agar tidak terjebak pada perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV.
“Kalian masih memiliki masa depan yang panjang. Jangan rusak masa depan itu dengan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri. Jauhi seks bebas, narkoba, dan berbagai bentuk pergaulan yang berisiko. Jagalah kesehatan dan masa depan kalian mulai dari sekarang,” ujar Idah.
Upaya edukasi terus diperkuat mengingat kasus HIV-AIDS di Gorontalo masih menjadi perhatian serius. Data kumulatif sejak tahun 2001 hingga Maret 2026 menunjukkan jumlah kasus HIV-AIDS di Provinsi Gorontalo mencapai 1.538 kasus, terdiri dari 913 kasus HIV dan 625 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 510 orang dilaporkan meninggal dunia, satu kasus pindah keluar (drop out), serta 53 kasus lost contact atau tidak diketahui keberadaannya. Saat ini tercatat 739 orang sedang menjalani terapi antiretroviral (ARV), sementara 39 orang lainnya belum memulai pengobatan.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan bahwa edukasi kepada pelajar menjadi salah satu strategi penting dalam menekan laju penularan HIV-AIDS di daerah.
“Remaja merupakan kelompok yang sangat penting untuk diberikan informasi yang benar tentang HIV-AIDS. Dengan pengetahuan yang baik, mereka dapat memahami cara pencegahan, menghindari perilaku berisiko, serta menjadi agen edukasi bagi teman sebaya dan lingkungan sekitarnya,” kata Anang.
Menurut Anang, HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berbagi tempat duduk, atau beraktivitas bersama. Karena itu, masyarakat perlu memahami fakta yang benar agar tidak muncul stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.
“Selain mencegah penularan, kita juga harus menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV. Mereka membutuhkan dukungan untuk menjalani pengobatan secara teratur sehingga kualitas hidupnya tetap baik. Edukasi yang benar menjadi kunci untuk melindungi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif,” tambahnya.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap kesadaran generasi muda terhadap bahaya HIV-AIDS semakin meningkat, sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang sehat, bertanggung jawab, dan menjaga masa depan mereka dari berbagai risiko kesehatan.
Rilis : ILB
Foto : Nova (Diskomifotik)
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
