Skrining Kesehatan PENAS XVII Temukan Satu Kasus Malaria, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

IMG-20260622-WA0026.jpg

Penyelidikan Epidemiologi Kasus Malaria dan skrining kontak.

Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan Puskesmas Limboto melakukan penyelidikan epidemiologi setelah terdeteksi satu peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII asal Provinsi Papua positif malaria melalui kegiatan skrining kesehatan.

Penyelidikan epidemiologi dilakukan di homestay tempat peserta tersebut menginap di Desa Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (22/06/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penularan serta memantau kondisi orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.

“Kebetulan kemarin dilakukan skrining dan terdeteksi satu pasien dari Papua dari hasil skriningnya itu positif. Jadi kami menindaklanjuti dengan kegiatan penyelidikan epidemiologi ke homestay yang ditinggali oleh pasien tersebut” kata Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Fatmah Tomayahu usai melakukan skrining.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan melakukan skrining terhadap sejumlah kontak erat pasien, baik penghuni rumah tempat pasien menginap maupun warga yang tinggal di sekitar lokasi.

“Kami di sini melakukan skrining terhadap kontak eratnya, terutama yang tuan rumah. Ada 2 orang yang tinggal di sini dan yang di sebelah rumah juga ada 2 orang dan pada saat kami melakukan skrining juga kebetulan pak Kadis Pertanian Papua juga ada, jadi kami skrining sekalian dan alhamdulillah hasilnya negatif” ungkapnya.

Hasil skrining terhadap seluruh kontak erat menunjukkan hasil negatif malaria. Sementara itu, pasien yang sebelumnya dinyatakan positif telah mendapatkan penanganan dan pengobatan sejak hasil skrining keluar.
Fatmah menjelaskan pasien yang terdeteksi positif malaria saat skrining juga menunjukkan gejala sehingga segera diberikan terapi sesuai standar pengobatan malaria.

“Teman-teman dari Kabupaten Gorontalo dan puskesmas pada saat mengetahui hasil skriningnya positif langsung diberikan obat dan hari ini hari ketiga pasien minum obat dan alhamdulillah sudah tidak bergejala lagi” jelasnya.

Menurutnya, respons cepat yang dilakukan tenaga kesehatan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh peserta PENAS XVII yang saat ini berada di Gorontalo.

Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo juga mengimbau seluruh peserta PENAS agar segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Saat ini, layanan kesehatan telah disiagakan di berbagai titik, termasuk di lokasi homestay peserta.

“Untuk peserta PENAS ketika merasakan gejala apapun itu, silahkan menghubungi petugas kesehatan yang terdekat misalnya di homestay juga ada kontak person dari petugas yang ada di situ agar penyakit yang dirasakan itu bisa kami obati dan tindak lanjuti” pungkasnya.

Melalui skrining kesehatan yang dilakukan sejak kedatangan peserta serta tindak lanjut penyelidikan epidemiologi terhadap kasus yang ditemukan, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo terus memperkuat upaya deteksi dini dan respons cepat guna mencegah potensi penyebaran penyakit selama pelaksanaan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.

Rilis : ILB
Foto : Dandels
Videografer : Andi
Video Editor : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − 10 =

scroll to top
Bahasa »