Relawan Apoteker PD IAI Gorontalo, Mengawal Kesehatan Peserta PENAS XVII 2026

IMG-20260622-WA0016.jpg

Relawan IAI di Pos kesehatan PSC 119 Kabupaten Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo, DinkesP2KB – Di tengah semarak pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di GORR David-Tony, Kabupaten Gorontalo, kesiapsiagaan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran agenda nasional tersebut. Selain tenaga medis dari berbagai institusi kesehatan, relawan apoteker yang tergabung dalam Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Gorontalo turut mengambil peran strategis dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal bagi seluruh peserta.

Ribuan petani, nelayan, penyuluh, dan pendamping yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia memperoleh akses layanan kesehatan yang didukung oleh sistem pengelolaan obat yang baik. Para relawan apoteker bertugas mengawal ketersediaan, keamanan, dan kualitas obat-obatan yang digunakan di pos-pos kesehatan selama penyelenggaraan PENAS XVII berlangsung.

Tidak hanya memastikan stok obat tersedia, para apoteker juga memberikan edukasi kepada peserta terkait penggunaan obat yang benar. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan agar terapi yang diberikan dapat berjalan efektif dan aman, terutama bagi peserta yang mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan perjalanan maupun perubahan kondisi cuaca.

Kehadiran relawan PD IAI Gorontalo menunjukkan bahwa profesi apoteker memiliki peran yang luas dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Di lapangan, para apoteker bekerja secara terpadu bersama dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya untuk mendukung pelayanan kefarmasian yang berkualitas di setiap pos kesehatan.

Koordinator Lapangan Relawan IAI Gorontalo, Irnawaty Dauda, mengatakan bahwa keterlibatan apoteker dalam PENAS XVII merupakan bentuk pengabdian profesi untuk memastikan setiap peserta mendapatkan pelayanan obat yang aman dan tepat.

“Kami hadir untuk memastikan setiap peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan memperoleh obat yang tepat, aman, dan digunakan sesuai aturan. Di tengah kegiatan yang melibatkan ribuan orang dari berbagai daerah, peran apoteker tidak hanya menyiapkan obat, tetapi juga memastikan pasien memahami cara penggunaan obat sehingga terapi yang diberikan dapat memberikan hasil yang optimal,” ujar Irnawaty saat bertugas di Pos Kesehatan PSC 119 Kabupaten Gorontalo, Senin (22/6/2026).

Ia menambahkan, kondisi peserta yang datang dari berbagai wilayah dengan karakteristik cuaca yang berbeda memerlukan perhatian khusus dari tenaga kesehatan. Adaptasi terhadap lingkungan baru, aktivitas yang padat, serta kelelahan selama perjalanan menjadi faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan peserta.

“Sebagian besar keluhan yang kami temui berkaitan dengan kelelahan fisik, nyeri otot, hipertensi, gangguan pencernaan, hingga infeksi saluran pernapasan ringan. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan dokter dan perawat agar pelayanan yang diberikan cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan pasien,” tambahnya.

Selama hari-hari awal pelaksanaan PENAS XVII, sejumlah keluhan kesehatan mulai ditemukan pada peserta yang memanfaatkan layanan kesehatan. Keluhan yang paling banyak dijumpai meliputi hipertensi akibat kelelahan perjalanan jauh, nyeri otot dan kelelahan fisik, gangguan pencernaan karena perubahan pola makan, serta infeksi saluran pernapasan akut ringan yang dipengaruhi aktivitas luar ruangan dan paparan debu.

Dengan kunjungan peserta dan pengunjung yang mencapai puluhan ribu orang hingga penutupan kegiatan pada 25 Juni 2026, pengelolaan logistik obat-obatan menjadi aspek yang sangat penting. Keahlian tenaga kefarmasian dibutuhkan untuk memastikan distribusi obat berlangsung efektif, tepat sasaran, serta sesuai standar pelayanan kesehatan.

Menurut Irnawaty, keterlibatan relawan apoteker juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa profesi apoteker memiliki kontribusi nyata dalam mendukung suksesnya agenda nasional.

“Petani dan nelayan yang produktif membutuhkan kondisi kesehatan yang baik. Melalui pelayanan kefarmasian yang kami berikan, kami ingin menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan para pelaku sektor pangan yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Keterlibatan aktif PD IAI Gorontalo dalam PENAS XVII menjadi wujud nyata sinergi kemanusiaan dalam mendukung suksesnya agenda nasional. Dukungan kesehatan yang diberikan kepada para petani dan nelayan menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas dan ketahanan sumber daya manusia yang menjadi penggerak sektor pangan nasional.

Melalui pengabdian ini, para apoteker Gorontalo menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan strategis yang melibatkan masyarakat luas. Semangat pengabdian tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Apoteker Indonesia ke-71, yang dimaknai dengan kontribusi nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Rilis : ILB/Gelar
Foto : Deandels
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 12 =

scroll to top
Bahasa »