RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Gelar Round Table Discussion: Penguatan Kompetensi Perawat Isolasi dalam Pelayanan TBC

IMG-20250926-WA0065.jpg

Round Table Discussion (RTD) RSUD dr. Zainal Umar Sidiki.

Kabupaten Gorontalo Utara, Dinkesprov – Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat kapasitas tenaga keperawatan di ruang isolasi, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Kabupaten Gorontalo Utara menggelar Round Table Discussion (RTD) bertajuk “Penguatan Kompetensi Perawat Ruang Isolasi dalam Pelayanan Tuberkulosis (TBC)”, Jumat (26/9/2025) di ruang rapat rumah sakit.

Direktur RSUD dr. Zainal Umar Sidiki yang diwakili Kepala Seksi Pelayanan Medik, S. Galuh Pawestri, menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan ilmu dan keterampilan perawat, tetapi juga berdampak nyata pada mutu layanan dan kepuasan pasien. Semoga forum serupa dapat terus digelar sebagai bagian komitmen RS dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” ujar Galuh Pawestri.

Ke depan, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas SDM dan fasilitas pelayanan TBC. Dengan perawat yang makin handal dan protokol pelayanan yang kuat, diharapkan penanganan pasien TBC di ruang isolasi akan berlangsung lebih aman, efektif, dan manusiawi, sekaligus mendukung upaya eliminasi TBC di Kabupaten Gorontalo Utara maupun di tingkat provinsi.

Sementara itu, Koordinator Tim TBC RSUD dr. Zainal Umar Sidiki, Ferdiyanto Dayi, dokter spesialis penyakit dalam, menegaskan bahwa diskusi ini bertujuan memperkuat kompetensi perawat ruang isolasi agar mampu memberikan pelayanan paripurna kepada pasien TBC. Materi yang diberikan mencakup pengetahuan terkini mengenai Tuberkulosis, mulai dari diagnosis, tatalaksana, hingga pencegahan infeksi serta keterampilan dukungan psikososial bagi pasien.

“Perawat tidak hanya dibekali pemahaman klinis, tetapi juga strategi psikososial dan protokol pencegahan infeksi, agar layanan isolasi TBC lebih aman, humanis, dan berkualitas,” jelas Ferdiyanto.

Situasi TBC di Gorontalo dan Tantangan Rumah Sakit

Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Di Provinsi Gorontalo, periode Januari–Maret 2025, penemuan kasus mencapai 60 persen dari target triwulan (1.733 kasus), dengan 1.046 kasus berhasil diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, 860 pasien (sekitar 82 persen) telah memulai pengobatan TBC sensitif obat.

Khusus di Kabupaten Gorontalo Utara, data hingga Agustus 2025 mencatat 318 pasien TBC ditemukan dan sedang menjalani pengobatan.

“Dengan meningkatnya jumlah kasus yang terdeteksi dan dirawat, tentu berdampak pada meningkatnya angka kunjungan pasien TBC di rumah sakit. Karena itu kebutuhan ruang isolasi yang representatif dan tenaga perawat yang kompeten menjadi sangat penting,” tambah Ferdiyanto.

Sejak awal 2025, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki menetapkan pengembangan ruang isolasi terpadu sebagai prioritas strategis. Tujuannya agar layanan isolasi tidak hanya menekankan aspek klinis, tetapi juga menghadirkan pengalaman perawatan yang nyaman, aman, dan berfokus pada penghormatan terhadap pasien.

Rilis: MD/ILB
Editor: Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + thirteen =

scroll to top
Bahasa »