Dinkes Provinsi Studi Banding ke Instalasi Farmasi Pusat dan Kabupaten Tangerang

IMG-20191204-WA0013.jpg

Kabid SDK, Suleman Mile, SKM, M.Kes (tiga dari kiri) bersama Tim melapor ke Kasubdit Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes Kemenkes RI (Kanan) terkait Kunjungan ke Instalasi farmasi Pusat dan Instalasi Farmasi Kabupaten Tangerang, Senin (02/12/2019)

Tangerang, Dinkesprov – Seksi Tata Kelola Obat & Pelayanan Kefarmasian (TKO Yanfar) melakukan studi banding ke Instalasi Farmasi Pusat (IFP) pada Senin (02/12/2019). Sebelum ke IFP, Tim yang dipimpin oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan, Suleman Mile SKM, M.Kes dan Kasie TKO Yanfar, Farid I. Adam, S.Si, Apt melapor terlebih dahulu ke Kasubdit Pengendalian Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Di Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan, Dra. Hidayati Mas’ud, Apt.

Di Kementerian Kesehatan, tim melakukan koordinasi terkait rencana kegiatan Tahun 2020 seperti Pengelolaan Obat di saat terjadinya bencana, persiapan sertifikasi instalasi farmasi Provinsi, Kabupaten/Kota serta pengelolaan aplikasi yang ada di instalasi farmasi seperti aplikasi E Logistic Obat dan aplikasi E Monev Katalog Obat.

Kasubdit yang akrab di panggil Ibu Uni ini juga menyampaikan terkait pengelolaan obat yang sudah kadaluarsa, dimana biasanya sering terlupakan sehingga menumpuk di instalasi farmasi. Uni juga menyarankan untuk mengunjungi instalasi farmasi Kabupaten Tangerang sebagai instalasi farmasi yg mendapatkan juara 1 Tingkat nasional tahun 2018 dan juga merupakan sedikit dari instalasi farmasi yg ada di Indonesia yang sudah mendapatkan sertifikat ISO 2015 pada tahun 2018 kemarin.

Setelah dari Kementerian Kesehatan, tim berkunjung ke Instalasi Farmasi Pusat, disitu tim bertemu dengan Pak Dede sebagai Penanggungjawab di Instalasi Farmasi Pusat.

Tim Dikes Provinsi Gorontalo berfoto bersama tim dari Instalasi Farmasi Pusat di Gudang I Instalasi Farmasi Pusat, Senin (02/12/2019)

Di instalasi farmasi pusat tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo diarahkan berkeliling melihat seperti apa pengelolaan obat yang tersertifikasi ISO di Instalasi Farmasi seperti penataan obat saat penyimpanan serta sarana prasarana yang dimiliki. Sebelum berkeliling melihat IFP tim diberikan pakaian khusus (topi, sendal dan baju) agar ruang penyimpanan tidak terkontaminasi dengan debu/kotoran yang dibawa dari luar. Penataan obat di gedung yang merupakan gedung cagar budaya ini memang terlihat rapi didukung dengan peralatan terkini dengan personil didalamnya yang kesemuanya adalah laki-laki.

Hari berikutnya, Selasa, 03/12/2019) studi banding dilanjutkan ke Instalasi Farmasi Kabupaten Tangerang dimana pada 2018 mendapatkan Sertifikat ISO 2015 serta Kepala IFK nya meraih Juara I Nasional sebagai Pengelola Obat IFK Terbaik Nasional.

Gedung yang terletak di kompleks pergudangan ini terbilang baru dimana gedung dibeli pada tahun 2017 dan dilakukan renovasi sesuai dengan peraturan sebagai gedung instalasi farmasi. IFK Kabupaten Tangerang merupakan sedikit dari IFK di Indonesia yang sudah UPTD yang setiap bulannya melakukan distribusi ke 44 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Tangerang.

Kepala Instalasi Farmasi Kab. Tangerang Muji, M.Farm, Apt bersama Kabid SDK Suleman Mile, SKM, M.Kes, membuka Kunjungan Studi Banding Tim Dinas Kesehatan Prov. Gorontalo di Instalasi Farmasi Kabupaten Tangerang, Selasa (03/12/2019)

IFK ini memiliki personil sebanyak 22 orang dimana 7 diantaranya adalah ASN. Pak Muji selaku Kepala IFK menyampaikan kiat-kiat dalam pengelolaan obat di IFP, “Personil di IFK memiliki tugas masing-masing, seperti menjadi penanggung jawab di bagian penerimaan dan ruangnya, penanggungjawab di obat di ruang penyimpanan serta penanggungjawab obat distribusi dan ruangannya. Selain itu personil juga memiliki binaan wilayah (binwil) puskesmas, hal ini memudahkan dalam pengontrolan laporan rutin puskesmas yang terkait kefarmasian serta ketersediaan obat di puskesmas tersebut” papar Muji.

Stuban diakhiri dengan tim berkeliling melihat sarana prasarana serti tata pengelolaan obat di tempat penyimpanan obat. “Selain dana DAK, kita juga didukung oleh dana APBD untuk pengelolaan obat”, tutup Muji.

Rilis : Gelar
Editor : Nancy Pembengo & MD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 2 =

scroll to top