Penguatan Konvergensi Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting di Gorontalo

IMG-20260422-WA0003.jpg

Pembukaan Pertemuan Percepatan Penurunan Stunting.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menekankan pentingnya penguatan konvergensi dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting yang hingga kini dinilai belum terlihat secara konkret di lapangan. Hal tersebut disampaikannya usai membuka Pertemuan Dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting, Rabu (22/04/2026), di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Menurut Anang, diperlukan langkah yang lebih progresif agar capaian penurunan angka stunting dapat lebih optimal dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Perlunya penguatan di tingkat konvergensi, selama ini konvergensi itu sudah menjadi konsep percepatan penurunan stunting, tetapi di lapangan itu belum ada yang konkrit oleh sebab itu hari ini kita melaksanakan pertemuan ini untuk memperkuat. Pertama kita lihat di lapangan bahwa dukungan dari MBG untuk kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita, Red) ini sudah mulai jadi fokus,” ucapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat memperkuat kolaborasi sehingga percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif sekaligus mencegah kasus baru di masa mendatang.

“Kita melaksanakan pertemuan dengan para stakeholder, antara lain yang tergabung dalam pentahelix. Jadi ada unsur pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan kemudian lembaga swadaya masyarakat seperti PKK, Pers, perguruan tinggi dan pihak usahawan itu dilibatkan dalam forum ini agar masing-masing diminta untuk memperkuat intervensi sesuai dengan organisasi profesi ataupun lembaga yang mereka wakili,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo tercatat sebesar 23,8 persen, menurun 3 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 26,8 persen. Selanjutnya, capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 menunjukkan bahwa dari 15.202 ibu hamil, baru 1.059 orang atau 13,9 persen yang terlayani. Pada kelompok ibu menyusui, dari 8.060 sasaran, sebanyak 1.360 orang atau 33,7 persen telah menerima manfaat. Sementara itu, pada kelompok balita, dari 82.856 sasaran, baru 6.333 balita atau 15,3 persen yang terjangkau program ini.

Pertemuan ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya pakar gizi nasional Abdul Razak Thaha, Tim Pembina Posyandu, Dinkes P2KB, Bappeda Provinsi Gorontalo, serta BKKBN Perwakilan Gorontalo.

Peserta yang terlibat terdiri dari Tim Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 319/28/X/2025 tertanggal 1 Oktober 2025, organisasi pendidikan seperti Universitas Gorontalo dan Politeknik Kesehatan, organisasi profesi kesehatan, organisasi keagamaan, Bank Indonesia, Bank Sulutgo, Baznas, Pokja IV TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota, perwakilan TVRI Gorontalo, LPP RRI Gorontalo, media online, serta Puskesmas se-Provinsi Gorontalo.

Rilis: ILB
Foto: Dandels
Videografer: AIS
Video Editor: Reza
Editor: MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 1 =

scroll to top
Bahasa »