Pengendalian Terpadu Diharapkan Menurunkan Prevalensi PTM

IMG-20190826-WA0011.jpg

Kabid P2P Reyke Uloli, SKM., M. Kes., saat memberikan arahan pada kegiatan Pelatihan Pandu di FKTP, Senin (26/08/2019) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Hasil Riskesdas 2018 menunjukan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) mengalami kenaikan jika di bandingkan dengan Riskesdas 2013 antara lain : Kanker, Stoke, Penyakit gagal ginjal kronis, diabetes mellitus dan hipertensi. Prevalensi kanker naik dari 1,4% (Riskesdas 2013) menjadi 1,8%; prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9%; dan penyakit ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%.

Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes mellitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. Kenaikan prevalensi PTM ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, koksumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.

Untuk itu, menurut Kabid P2P, Reyke Uloli, SKM., M. Kes., penanggulangan terpadu harus dilaksanakan sejak dari Puskesmas. Kunci keberhasilan program pengendalian adalah penapisan (screening) yang diikuti dengan pengobatan yang adekuat, kata Reyke saat membuka pelatihan Pandu di FKTP, Senin (26/08/2019) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Reyke berharap agar peserta mengikuti dengan baik sampai selesai sehingga diharapkan mampu melakukan pelayanan terpadu PTM di FKTP sesuai pedoman dan di harapkan mampu melakukan upaya pencegahan dan pengendalian terpadu, Melakukan penanggulangan Terpadu dan melakukan surveilens terpadu PTM di FKTP.

“Pertemuan ini penting untuk penanggulangan PTM secara terpadu sehingga mampu menurunkan angka Prevalensi PTM khususnya di Provinsi Gorontalo” pungkasnya.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 4 =

scroll to top