Yudi Noviandi : Kamis 23 April 2020 Balai POM Gorontalo Sudah Bisa Melakukan Pemeriksaan Covid-19

IMG-20200421-WA0020.jpg

Yudi Noviandi Kepala Balai POM Gorontalo didampingi Koordinator Tim Medis Gugus Tugas Dr. Triyanto S. Bialangi, M.Kes., saat memberikan keterangan pada peninjauan lokasi laboratorium pemeriksaan Covid-19, Selasa (21/04/2020)

Kabupaten Bone Bolango, Dinkesprov – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo menyatakan kesiapannya untuk melakukan pemeriksaan swab melalui pemeriksaan real time Polymerase Chain Reaction (PCR), Selasa (21/04/2020).

Hal itu, disampaikan oleh Kepala Balai POM Gorontalo Yudi Noviandi saat diwawancarai tim Infokom Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo saat peninjauan lokasi laboratorium oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Laboratorium pemeriksaan RT PCR merupakan kerja sama Balai POM Gorontalo dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Gorontalo hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Gubernur Gorontalo H. Rusli Habibie dan Kepala Badan POM Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP., dan ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Yudi mengungkapkan dengan penunjukan Balai POM Gorontalo sebagai laboratorium pemeriksaan Covid-19 harapannya bisa mempercepat proses tegaknya diagnosa para dokter terkait dengan orang-orang yang diduga positif.

“Karena kemampuan alat uji kita cukup canggih kita punya robotik jadi kita bisa melakukan pemeriksaan uji cukup dalam waktu 4 jam itu bisa mengetahui hasilnya kita tidak perlu sampai 1 hari atau 2 hari kemudian kapasitas uji rata-rata sesi pagi 50 sesi siang bisa 50, jadi rata-rata per hari bisa 100” ungkap Yudi.

Yudi juga mengatakan bahwa saat ini persiapan sudah final dan sedang melakukan penataan ruangan serta kebersihan demikian juga dengan kesiapan Reagen Kit.
“Reagen kit dijadwalkan akan tiba besok Rabu (22/04/2020) Insya Allah dengan demikian maka pada hari Kamis (23/04/2020) sudah bisa melakukan pemeriksaan uji Covid-19” ucap Yudi.

Sementara itu, mekanisme pemeriksaan sesuai dengan surat permintaan dari Dinas Kesehatan Provinsi atau dari rumah sakit rujukan dikirim spesimennya.

“Kami belum menerima sampel dari pihak umum maupun rumah sakit lain selain yang ditunjuk oleh pihak dari Gugus Tugas jadi kami menunggu saja rumah sakit mana yang ditunjuk itu yang akan kami layani sementara setahu kami itu baru RSAS Aloei Saboe” pungkasnya.

Rilis : MD & ILB
Foto : Reza
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =

scroll to top