Pemprov Gorontalo Perkuat Sinergi dengan WHO dan Kemenkes RI Tekan Kasus Campak

IMG-20250929-WA0035.jpg

Foto bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail didampingi Kadis Kesehatan Anang S. Otoluwa dan WHO serta Tim dari Kemenkes RI.

Dinkesprov Gorontalo- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima audiensi Tim World Health Organization (WHO) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait pendampingan penanggulangan dan pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo. Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (29/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa, Kepala Bidang P2 Jeane I. Dalie beserta jajaran dan perwakilan UNDP. Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan organisasi internasional dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya penyebaran kasus campak yang masih menjadi perhatian serius.

Gubernur Gorontalo menyampaikan apresiasi atas dukungan teknis dan pendampingan yang diberikan WHO dan Kemenkes RI.

“Kami berkomitmen untuk menekan angka kasus campak melalui penguatan imunisasi, surveilans epidemiologi, dan promosi kesehatan serta kolaborasi lintas sektor hingga ke Kabupaten/Kota. Dukungan dari pemerintah pusat dan WHO akan sangat membantu dalam mempercepat upaya pengendalian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur memberikan arahan khusus untuk mendukung percepatan penanggulangan KLB Campak di Gorontalo. Ia menegaskan pentingnya penyampaian himbauan langsung kepada masyarakat dengan bahasa sederhana dan tepat sasaran, seperti pesan “Tidak perlu takut disuntik, vaksin aman dan tidak menimbulkan efek samping.” Menurutnya, pendekatan komunikatif yang mudah dipahami akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Selain itu, Gubernur menekankan perlunya mengoptimalkan peran orang tua dan guru dalam mendukung program imunisasi. Kepada pihak-pihak yang masih ragu, Gubernur berpesan agar tidak menyebarkan penolakan maupun memengaruhi orang lain. Untuk memastikan arahan ini berjalan efektif, Gubernur meminta dukungan pimpinan Kabupaten/Kota agar menindaklanjutinya dalam forum formal, sehingga pesan dapat sampai secara menyeluruh hingga ke tingkat masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menegaskan bahwa langkah cepat telah ditempuh melalui peningkatan cakupan imunisasi rutin dan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah terdampak, investigasi epidemiologi, serta edukasi kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui media massa.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota agar deteksi dini dan respon cepat terhadap kasus campak dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan WHO menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan asistensi teknis dan advokasi strategi pencegahan agar kasus campak dapat ditekan, sekaligus memastikan cakupan imunisasi di Gorontalo mencapai target nasional.

Audiensi ini diakhiri dengan penegasan komitmen bersama untuk memperkuat derajat kesehatan masyarakat di Gorontalo, sekaligus mendorong upaya preventif dan promotif demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan terlindungi dari penyakit menular.

Rilis : Arman/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 1 =

scroll to top
Bahasa »