Kolaborasi Dinkes P2KB dan PAPDI Gorontalo, Tingkatkan Pelayanan Penyakit Dalam di Daerah

IMG-20260425-WA0018.jpg

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dan PAPDI Cabang Gorontalo.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Dalam upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan spesialis bagi masyarakat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Gorontalo menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), Sabtu (25/04/2026), di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo.

Penandatanganan PKS tersebut dilakukan oleh Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan, Andriyanto Abdussamad, bersama Ketua PAPDI Cabang Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya. Kegiatan ini turut disaksikan Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Eka Ginanjar, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo, Isman Jusuf.

Kerja sama ini secara substansi mencakup penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara komprehensif, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif. Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan edukasi kesehatan masyarakat, deteksi dini penyakit, pelayanan medis spesialistik, hingga pengembangan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan kegiatan ilmiah.

Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Eka Ginanjar, menegaskan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan spesialis yang optimal bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo.

“Tentu dengan pemerintah daerah tadi Dinkes dalam hal ini bisa bekerja sama terus, tidak terputus dan saling memberikan manfaat dan juga kolaborasinya bisa diperluas dengan melibatkan berbagai stakeholder yang lain seperti seperti organisasi profesi yang lain lalu juga rumah sakit dan pemerintah daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Andriyanto Abdussamad, berharap kerja sama ini dapat memperkuat kontribusi terhadap program prioritas kesehatan nasional maupun daerah, terutama dalam menekan angka kematian ibu yang saat ini menunjukkan tren peningkatan dan menjadi perhatian serius.

“Terutama juga yang kita hadapi sekarang ini di mana angka kematian ibu makin meningkat. Tentu ini perlu kolaborasi tidak hanya dari sisi Obgyn saja. Mungkin yang masalah-masalah hipertensi kehamilan dalam hal ini preeklamsia maupun eklamsia tentu butuh penanganan dari dokter spesialis penyakit dalam untuk senantiasa kita berkoordinasi. Mudah mudahan ke depan rekan-rekan dari PAPDI dapat bersinergi dengan jajaran kesehatan di Provinsi Gorontalo,” kata Andriyanto.

Di tempat yang sama, Ketua PAPDI Cabang Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari program kerja kepengurusan periode 2025–2028 yang menitikberatkan pada penguatan internal organisasi sekaligus peningkatan peran aktif dalam pembangunan kesehatan daerah.

“Fokus utama saya adalah membuat solid ke dalam internal dahulu kemudian kami akan membuat program-program ke depan yang bisa membuat PAPDI berperan aktif dalam (pelayanan, Red) kesehatan dan bisa berkolaboratif dengan pemerintah daerah maupun stakeholder yang lain,” jelasnya didampingi Sekretaris Ferdiyanto Dayi.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dapat semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Gorontalo.

Rilis : ILB
Foto/Videografer : Dandels/ILB
Video Editor : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − four =

scroll to top
Bahasa »