Kadinkes P2KB Anang Otoluwa: Viral Load Tersupresi Cegah Penularan HIV

IMG-20260525-WA0015.jpg

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa memberikan arahan pada Pertemuan Technical Assistance Viral Load HIV.

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa menegaskan pentingnya pemeriksaan viral load dalam pengendalian HIV karena menjadi indikator utama keberhasilan pengobatan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV). Hal tersebut disampaikannya usai memberikan arahan pada Pertemuan Technical Assistance Viral Load HIV yang berlangsung di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Senin (25/05/2026).

Menurut Anang, pemeriksaan viral load sangat menentukan efektivitas terapi yang dijalani pasien HIV. Selain itu, kondisi virus yang tersupresi juga dapat mencegah penularan kepada orang lain.

“Jadi ini sangat penting karena ini nanti akan menentukan apakah pengobatan itu berhasil dilakukan. Kemudian yang kedua seorang penderita tidak bisa menularkan kepada orang lain. Dengan catatan virusnya itu tersupresi, maka ini sangat penting sekali,” kata Anang.

Ia juga mengingatkan tenaga kesehatan agar upaya promotif dan preventif tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi mengenai HIV-AIDS, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ODHIV dengan viral load tersupresi tidak akan menularkan virus kepada orang lain. Dengan demikian, stigma sosial terhadap ODHIV dapat dikurangi.

“Jadi selama ini kita menyampaikan pada orang bahwa tidak usah ragu, tidak usah takut berdekatan dengan orang dengan HIV itu mestinya ditambah lagi, HIV-AIDS tidak masalah selama viral loadnya itu tersupresi atau virusnya tersupresi. Jadi ini sangat penting,” ucapnya.

Anang menambahkan, salah satu tantangan terbesar dalam meningkatkan cakupan pemeriksaan viral load HIV adalah keterbukaan individu yang berisiko maupun pengidap HIV-AIDS terhadap kondisi yang dialami.

“Tadi disampaikan oleh penjangkau bahwa keterbukaan dari pengidap HIV-AIDS itu sangat penting karena mereka tidak terbuka. Mereka masih takut untuk menyampaikan bahwa mereka penderita HIV AIDS, maka sulit bagi kita untuk melakukan pengobatan secara teratur,” tutupnya.

Pertemuan Technical Assistance Viral Load HIV tersebut dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Erni Nuraini Mansur, Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Terpadu Abdi Zulkarnain Rauf dan diikuti oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, pengelola program HIV di dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit dan puskesmas pelaksana program viral load pada ODHIV dengan beban tinggi, LSM dan mitra pendukung program viral load seperti penjangkau HIV dan pendamping ODHIV, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo, serta jajaran Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.

Rilis : ILB
Videografer : Andi
Foto : Dandels
Video Editor : Reza
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 9 =

scroll to top
Bahasa »