Kabupaten Gorontalo Utara, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan kolaborasi lintas program dalam upaya pencegahan stunting di Gorontalo. Hal ini disampaikannya usai menjadi narasumber pada Pertemuan Koordinasi Lintas Program/Lintas Sektor (LP/LS) dalam Upaya Pembinaan Keluarga Risiko Stunting Pasangan Usia Subur (KRS PUS) 4T untuk Pencegahan Stunting di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (26/06/2025).
Kadinkes Anang secara khusus menyoroti vitalnya sosialisasi 4T bagi calon ibu dan pasangan usia subur sebagai strategi kunci dalam menekan angka stunting. Konsep 4T, yang meliputi Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak, merupakan faktor risiko yang signifikan dalam kehamilan dan persalinan yang dapat berdampak pada kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak, termasuk risiko stunting.
“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata. Perlu ada upaya kolektif dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, hingga masyarakat itu sendiri,” ujar Anang.
Untuk itu, kata Anang penting sosialisasi 4T harus sampai ke setiap keluarga, terutama bagi pasangan yang berencana memiliki anak. Dengan pemahaman yang baik, bisa mempersiapkan kehamilan yang sehat dan mencegah stunting sejak dini.
“Intervensi dari hulu sangat penting, yaitu menjaga dan merawat kesehatan KRS PUS 4T melalui perencanaan kehamilan dan KB, untuk mencegah kelahiran anak stunting,” ungkap Anang.
Pertemuan ini menjadi forum strategis bagi berbagai pihak terkait untuk menyusun strategi dan langkah konkret dalam membina KRS PUS 4T. Diharapkan, dengan adanya koordinasi yang kuat, program-program pencegahan stunting di Kabupaten/Kota Gorontalo dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh target sasaran secara optimal. Edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, sanitasi yang layak, serta pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan anak juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pencegahan stunting yang komprehensif.
Serangkaian pertemuan serupa telah dan akan dilaksanakan di beberapa wilayah lain di Provinsi Gorontalo, meliputi Kabupaten Gorontalo (3 Juni 2025), Kota Gorontalo (4 Juni 2025), Boalemo (18 Juni 2025), Pohuwato (19 Juni 2025), dan akan dilanjutkan di Kabupaten Bone Bolango pada 3 Juli 2025. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam mengatasi masalah stunting melalui pendekatan kolaboratif dan terencana.
Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
