Oleh: Anang S. Otoluwa
Beberapa kali, sampai seusia ini, saya merayakan ulang tahun dengan cara yang unik. Bukan pesta besar, bukan pula kue tart raksasa. Perayaan itu justru dari ide-ide sederhana yang memberi makna lebih panjang dari sekadar sebuah ulang tahun.
Saat masih aktif di HMI, menjelang ulang tahun, saya menuliskan daftar buku yang ingin saya baca, tetapi belum saya punyai. Daftar itu saya bagikan kepada teman-teman, lengkap dengan pengantar singkat. Jika berniat memberi hadiah dan bingung memilih, silakan pilih dari daftar ini.
Alhamdulillah, hampir semua buku yang saya idamkan akhirnya bisa saya baca. Hadiah ini saya kenang bukan sekadar benda, tetapi karena sukses memperteguh semangat membaca yang terus saya rawat hingga hari ini.
Pada tahun 2000, saat ulang tahun milenium, justru saya yang memberi hadiah. Saya meminta teman-teman menuliskan ucapan ulang tahun. Boleh berupa sajak, pantun, maupun doa. Dari sekian banyak ucapan, yang menurut saya paling menyentuh, saya beri hadiah menarik. Dari hadiah ini saya belajar: kata-kata yang tulus sering kali jauh lebih berharga dari pada sebuah benda.
Kini, pada 21 Januari 2026, saya akan memasuki usia ke 59. Gubernur, diam-diam telah memberi hadiah tak benda yang istimewa. Gedung Labkesda kebanggaan Provinsi Gorontalo itu akan diresmikan tepat di ulang tahun saya. Kemarin, prasastinya sudah dicetak, dan siap diberi tanda tangan.
Usia 59, bagi saya adalah pengingat. Setahun lagi, saya akan menutup fase panjang pengabdian sebagai ASN. Di usia ini, saya mulai bertanya pada diri sendiri: apa makna hadiah ulang tahun bagi seseorang yang waktunya kian berharga? Apa yang pantas dirayakan sekaligus bisa ditinggalkan?
Karena itu, tahun ini saya memilih perayaan yang mungkin lebih “aneh” dari sebelumnya. Saya tidak meminta, juga tidak memberi hadiah. Saya justru mengajak teman-teman, sahabat, dan rekan kerja yang berniat memberi hadiah, agar mengonversinya menjadi infak untuk pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Center (GIC).
Di atas, sudah siap Qris dan nomor rekening Yayasan GIC. Bapak/Ibu bisa memberi hadiah berapapun. Namun untuk menandai hadiah ulang tahun ke 59, harap cantumkan kode unik 059. Bapak/Ibu bisa menyertakan nama bila dianggap perlu. Atau mengirim bukti transfer kepada saya.
Tahun ini, Bapak/ibu yang berniat menghadiahkan kue, sepatu, kaos olah raga, jam tangan maupun hp, tak perlu repot lagi. Ubah niat itu dan alihkan ke Qris atau nomor rekening di atas. Dengan begitu, hadiah untuk pribadi saya akan teralih ke masjid.
Mengapa masjid? Karena masjid adalah tempat di mana kebaikan tidak pernah pensiun, meski kita telah berhenti bekerja atau bernapas. Setiap hadiah yang Bapak/Ibu berikan, insya Allah akan terus berbuah pada setiap rakaat shalat, setiap ayat yang dibaca, setiap anak yang belajar mengaji, dan setiap air mata yang jatuh dalam doa di masjid ini.
Saya berharap, ulang tahun kali ini memberi arti yang berbeda. Bukan tentang saya, tetapi tentang kita. Bukan tentang menerima, tetapi tentang berbagi.
Siapa tahu, ini bisa menjadi sebuah kebiasaan baru: mentranformasi hadiah ulang tahun menjadi amal berkelanjutan. Menjadi hadiah yang tidak habis dimakan waktu, tidak lapuk dimakan usia. Atau hadiah abadi.
Jika ulang tahun adalah momentum syukur, maka berbagi adalah bahasa syukur yang paling jujur.
Semoga ulang tahun yang “aneh” ini justru menjadi ulang tahun yang paling bermakna. Bagi saya, dan mudah-mudahan, bagi kita semua.(*)
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
