Gorontalo Urutan Ketiga Nasional Capaian Cek Kesehatan Gratis

WhatsApp-Image-2025-06-24-at-10.43.26.jpeg

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Penyerapan Anggaran tingkat Provinsi Gorontalo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Penyerapan Anggaran APBD dan APBN Triwulan I Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Aston Gorontalo Hotel dan Villas pada Senin, (23/06/2025).

Saat memimpin rapat, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan, selain mengevaluasi serapan anggaran di Provinsi Gorontalo, rapat juga mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional.

“Oleh karena itu, saya minta Pak Sekda Sofian Ibrahim, memaparkan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, serta Sekolah Unggulan Garuda,” kata Gubernur Gusnar.

Dalam paparannya, Sofian Ibrahim mengungkapkan Provinsi Gorontalo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menduduki peringkat ketiga secara nasional dalam capaian pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Data capaian CKG di tingkat provinsi, menempatkan Gorontalo di posisi ketiga dalam rekapitulasi pelaksanaan CKG berdasarkan kabupaten/kota per 17 Juni 2025. Seluruh 6 kabupaten/kota di Gorontalo telah 100% melaksanakan program CKG di Puskesmas, dengan total 95 Puskesmas yang menyelenggarakan CKG.

“Dari data yang ada, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 157.422 orang, dan 153.071 orang telah hadir untuk mendapatkan layanan CKG,” kata Sofian.

Program CKG sendiri merupakan upaya strategis pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, serta bertujuan untuk mendeteksi faktor risiko kesehatan, kondisi pra-penyakit, dan penyakit, guna meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup masyarakat Indonesia. Pelaksanaan CKG dilakukan melalui pendekatan siklus hidup, mencakup seluruh tahapan usia mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia, dengan fokus pada upaya promotif dan preventif yang holistik, terintegrasi serta berbasis kelompok sasaran.

Meskipun capaian ini patut diapresiasi, tetapi beberapa hambatan masih dihadapi, seperti cakupan pemeriksaan secara agregat provinsi yang masih rendah, yaitu 12,33% dari total sasaran 1.242.238 jiwa. Kabupaten Gorontalo Utara menjadi wilayah dengan cakupan tertinggi (31,85%), sementara Kota Gorontalo dan Pohuwato masih memiliki cakupan di bawah 4%. Hal ini menjadi fokus Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dan mendorong Kabupaten/Kota untuk meningkatkan capaian CKG diseluruh wilayahnya.

Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antar Puskesmas dalam hal capaian, sehingga diperlukan langkah optimalisasi layanan CKG serta pemberian penghargaan untuk memotivasi fasilitas kesehatan yang berprestasi.

“Atas keberhasilan ini, Kementerian Kesehatan RI bahkan meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo untuk menjadi narasumber pada forum evaluasi nasional guna membagikan strategi pelaksanaan CKG di daerah,” imbuhnya.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 − one =

scroll to top
Bahasa »