Kota Gorontalo, Dinkes P2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Syafiin S. Napu, menyampaikan terima kasih kepada seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas atas pelaksanaan Program 100 Hari Penyelamatan Ibu Hamil. Hal tersebut disampaikan usai membuka pertemuan evaluasi program promosi kesehatan dan kesehatan komunitas (Promkeskom) yang digelar secara luring dan daring di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Jumat (17/7/2026).
Pertemuan evaluasi ini menjadi forum untuk meninjau capaian pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi berbagai upaya yang perlu diperkuat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Provinsi Gorontalo.
“Tadi menarik sekali dari kota Gorontalo sudah memaparkan evaluasi khusus untuk yang 100 hari penyelamatan ibu hamil jadi kesimpulan saya pertama terima kasih pada Kabupaten/kota yang sudah melaksanakan,” kata Anang.
Dalam evaluasi tersebut, salah satu rekomendasi yang mengemuka adalah pentingnya memperkenalkan fasilitas pelayanan kesehatan kepada ibu hamil sejak masa kehamilan. Langkah ini dinilai dapat memberikan rasa nyaman dan meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi proses persalinan maupun apabila diperlukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
“Kedua saran tambahan kegiatan agar ibu hamil itu perlu perlu tour ke puskesmas atau ke rumah sakit di mana mereka nanti akan dilayani agar mereka tidak asing lagi dengan tempat bersalinan dengan penolong persalinan. Begitu juga kalau misalnya sewaktu waktu mereka harus dirujuk, kemudian yang ketiga bersalinan normal di puskesmas ini makin lama makin menurun. Dan tadi terungkap bahwa salah satu penyebabnya adalah bidan sendiri merasa menjadi tidak percaya diri karena kasus kematian yang terjadi,” ungkap Anang.
Selain itu, pertemuan juga menyoroti tren menurunnya persalinan normal di puskesmas. Berdasarkan hasil diskusi, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah berkurangnya rasa percaya diri sebagian bidan dalam menangani persalinan normal setelah adanya kasus kematian maternal.
Menanggapi hal tersebut, Anang mengajak seluruh bidan di puskesmas untuk kembali memperkuat keyakinan dan kompetensi dalam memberikan pelayanan persalinan normal sesuai kewenangannya. Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi salah satu kunci agar pelayanan kesehatan ibu tetap optimal di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
“Nah, ini yang perlu di ubah mindset para bidan agar ketika persalinan normal, maka bidan harus yakin dan percaya diri bahwa kasus ini harusnya ditangani oleh mereka di puskesmas,” pungkasnya.
Selain melakukan evaluasi pelaksanaan 100 hari penyelamatan ibu hamil juga dilakukan evaluasi terhadap Program Promkeskom yang disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Syafiin S. Napu.
Kegiatan ini diikuti secara hybrid oleh petugas promosi kesehatan dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota serta puskesmas se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah perbaikan yang semakin memperkuat upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berkesinambungan.
Rilis : ILB
Foto : Dandels
Videografer : AIS/Andi
Video Editor : Reza
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
