Evaluasi Kinerja, SBH Diharapkan Berperan Dalam Pencegahan Covid-19 dan Edukator Prokes

WhatsApp-Image-2020-12-17-at-14.31.01.jpeg

Rapat Evaluasi Saka Bakti Husada Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2020 di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Rabu (16/12/2020)

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Seiring dengan munculnya berbagai permasalahan kesehatan masyarakat ditanah air kita, seperti angka kematian bayi dan kematian ibu serta masih ditemukannya masalah gizi buruk dibeberapa daerah tertentu, muncul lagi penyakit lama seperti diare, malaria, DBD, Tuberkulosis dan lain-lain. Demikian juga makin mengganasnya penyakit pandemi seperti HIV/AIDS, SARS, Avian Influenza dan Covid-19, hal ini menyadarkan kita tentang perlunya peningkatan upaya kesehatan masyarkat diseluruh penjuru nusantara.

Saka Bakti Husada (SBH) merupakan suatu wadah yang sangat strategis dalam mengembangkan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan kepada generasi muda untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan sehingga masalah-masalah kesehatan diatas dapat dilakukan upaya-upaya pencegahannya.

Untuk mengukur kinerja dan peran SBH selama tahun 2020, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan Rapat Evaluasi Saka Bakti Husada Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2020 di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Rabu (16/12/2020). Hadir pada kegiatan tersebut Ketua Pinsaka Provinsi Gorontalo, Kak dr. Rosina Kiu serta Ketua Harian SBH yaitu Kak Nancy Pembengo.

Juga Ketua-ketua Pinsaka Cabang Kabupaten/Kota, Koordinator Krida, Pengurus SBH Provinsi Gorontalo dan beberapa perwakilan dari instansi kesehatan seperti KKP Gorontalo.

Ketua Pinsaka Provinsi Gorontalo, dr. Rosina Kiu menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan dibidang kesehatan, yang nantinya dapat membantu mengembangkan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan Pramuka dan masyarakat dilingkungannya.

“Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dibidang kesehatan diharapkan dapat diperoleh setiap anggota SBH, sehingga dapat menjadi contoh hidup bersih dan sehat bagi masyarakat dilingkungannya serta memiliki sikap dan perilaku yang mantap”, ungkap dr. Rosina.

Ditambahkannya, dalam melaksanakan peran sertanya untuk pencegahan penularan Covid-19, anggota SBH diharapkan dapat melakukan upaya dalam mengajak dan menggerakkan kelompok sebayanya, baik dilingkungan sekitar, sekolah maupun di masyarakat untuk dapat melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Social Distancing dan Physical Distancing hingga kegiatan kebersihan lingkungan.

Ketua Pinsaka juga berharap anggota SBH dapat menjadi role model/contoh untuk keluarga dan lingkungan sekitar dalam penerapan protokol kesehatan, sebagai penyambung informasi tentang berita terbaru Covid-19 dan dapat menangkal berita tidak benar (hoaks) yang beredar sebagai edukator penerapan protokol kesehatan untuk sesama anggota Pramuka, SBH dan lingkungan sekitar, sebagai fasilitator/pendamping/relawan Covid-19 dalam upaya mendukung/memantau teman sebaya dalam penerapan protokol kesehatan dan membantu perangkat lingkungan (RT/RW) menyediakan logistik bagi warga yang melakukan isolasi mandiri.

“Pedoman ini diharapkan menjadi panduan bagi Anggota Saka Bakti Husada dalam meningkatkan perannya untuk membantu pencegahan penularan Covid-19”, jelasnya.

Pada pelaksanaan kegiatan mengedepankan protokol kesehatan dan didahului dengan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar yang disampaikan oleh Kak Rahmat Maga dari HIPGABI Provinsi Gorontalo. Dalam Sosialisasi ini dipraktekkan cara memberikan pertolongan bagi pasien gawat darurat.

Kegiatan diakhiri dengan rapat internal program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat yang membahas evaluasi capaian program 2020 dan rencana kegiatan tahun 2021.

Rilis : Dewi Frida / Nur Ajran
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + one =

scroll to top