Ekosistem Sehat, Rahasia Semangat Pengabdian Pensiunan di Puskesmas Kwandang

WhatsApp-Image-2025-09-23-at-07.41.56.jpeg

Bincang Sehat topik Sehat dengan Mengabdi: Rahasia Tetap Aktif di Usia Senja tayang live di Youtube Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Rabu (17/09/2025).

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Masa pensiun sering kali dipandang sebagai akhir dari perjalanan panjang seseorang dalam dunia kerja. Namun, tidak demikian dengan Syahrin Abdul Aziz, pensiunan pegawai kesehatan yang tetap aktif mengabdi di Puskesmas Kwandang. Dedikasinya ini bahkan menjadi bahan pembelajaran berharga dalam kegiatan Bincang Sehat yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo secara virtual, Rabu (17/09/2025).

Ekosistem yang Membuat Tetap Dibutuhkan

Psikolog Temmy Andreas Habibie yang hadir sebagai salah satu pembicara menilai, semangat Syahrin tidak lepas dari ekosistem sehat yang terbangun di Puskesmas Kwandang. Menurutnya, lingkungan kerja yang penuh kolaborasi dan rasa saling mendukung membuat seorang pensiunan tetap merasa dibutuhkan.

“Ekosistem yang baik membuat seseorang merasa tetap dibutuhkan, sehingga motivasi pengabdian tidak padam meski sudah pensiun,” jelas Temmy.

Kondisi ini menjadi contoh nyata bahwa motivasi dan keberlanjutan pengabdian tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada kultur yang diciptakan oleh sebuah organisasi.

Belajar dari Budaya Kolaboratif

Lebih jauh, Temmy mengaku dirinya banyak belajar dari pola kerja kolaboratif yang ditunjukkan oleh tim di Puskesmas Kwandang. Bagi dia, kekompakan tim bukan hanya soal pembagian tugas, tetapi juga saling mengisi kekurangan dan berbagi peran untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini saya belajar hal berharga dari Puskesmas Kwandang, yakni bagaimana mereka saling mengisi kekurangan dan berbagi peran,” ungkapnya.

Budaya kolaborasi inilah yang turut menciptakan suasana kerja sehat, sekaligus memperkuat semangat individu untuk tetap berkontribusi.

Kepemimpinan yang Memberdayakan

Selain faktor tim, Temmy menyoroti kepemimpinan Kepala Puskesmas Kwandang, Alinda Sahrudin. Gaya kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan memberdayakan bawahan dinilai menjadi kunci terciptanya iklim kerja yang kondusif. Kepemimpinan yang baik, menurut Temmy, bukan hanya mengarahkan, tetapi juga memberi ruang bagi setiap anggota tim untuk merasa memiliki peran penting.

Pensiun Bukan Akhir Berkarya

Kisah Syahrin Abdul Aziz pun menjadi bukti nyata bahwa pensiun tidak selalu identik dengan berhenti berkarya. Justru ketika seseorang tetap merasa dibutuhkan dan mampu memberi kontribusi, kesehatan mentalnya lebih terjaga. Temmy bahkan menilai kondisi ini bisa mendatangkan kebahagiaan yang lebih besar dibandingkan mereka yang menghentikan seluruh aktivitas produktif setelah pensiun.

Inspirasi untuk Banyak Orang

Melalui segmen Bincang Sehat yang ditayangkan di YouTube resmi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, kisah Syahrin berhasil menginspirasi banyak orang. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat umum dapat belajar bahwa masa pensiun adalah kesempatan untuk terus berbagi pengalaman dan memberi manfaat.

Pesan Edukatif: Ekosistem kerja yang sehat, kepemimpinan yang memberdayakan dan budaya kolaborasi bukan hanya meningkatkan kinerja organisasi, tetapi juga menjaga semangat individu meski sudah purna tugas. Pensiun seharusnya tidak dipandang sebagai akhir, melainkan babak baru untuk tetap berkarya dan menemukan kebahagiaan.

Rilis : Andre (Gorut)/ILB
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + twelve =

scroll to top
Bahasa »