Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Perkuat Layanan TBC RO di Puskesmas, Akses Pengobatan Pasien Jadi Fokus Utama

IMG-20260508-WA0033.jpg

Kepala Dinas Anang S. Otoluwa memberikan arahan pada Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas.

Kota Gorontalo, Dinkes P2KB – Upaya peningkatan layanan pengobatan Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) terus diperkuat di Provinsi Gorontalo. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Inisiasi Pengobatan TBC RO di Puskesmas yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, Kamis (07/05/2026) di Grand Q Hotel.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah evaluasi terhadap pelaksanaan layanan inisiasi pengobatan TBC RO di tingkat Puskesmas, sekaligus memperkuat akses layanan bagi pasien TBC RO di daerah.

Dalam arahannya, Anang mengungkapkan bahwa capaian program penanggulangan TBC di Provinsi Gorontalo masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) hingga 30 April 2026, cakupan penemuan kasus TB baru mencapai 24 persen dari target 30 persen. Sementara capaian inisiasi pengobatan TBC RO berada di angka 83 persen dari target 95 persen, dan keberhasilan pengobatan TBC RO baru mencapai 74 persen dari target 80 persen.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan program TBC masih cukup besar, baik dalam penemuan kasus, keberlanjutan pengobatan maupun upaya pencegahan. Karena itu, akses layanan yang lebih dekat dan berpihak kepada pasien menjadi sangat penting,” ujar Anang.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama pasien TBC RO tidak memulai pengobatan adalah jauhnya fasilitas layanan kesehatan rujukan dari tempat tinggal pasien serta sulitnya akses transportasi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Nomor PM.01.02/1/145/2022 tentang Ekspansi Layanan TBC RO di Kabupaten/Kota.
Melalui kebijakan tersebut, layanan inisiasi pengobatan TBC RO mulai diperluas hingga tingkat Puskesmas agar pasien dapat memperoleh pengobatan lebih cepat dan mudah dijangkau.

“Tujuan utama pengembangan layanan TBC RO di Puskesmas adalah meningkatkan proporsi pasien yang memulai pengobatan serta memperkuat kapasitas Puskesmas dalam menangani pasien TBC RO,” kata Anang.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menetapkan 15 Puskesmas di Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango dan Boalemo sebagai Puskesmas inisiasi pengobatan TBC RO. Seluruh fasilitas tersebut telah mendapatkan penguatan kapasitas pelayanan untuk mendukung tata laksana pasien TBC RO.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh terkait kendala dan tantangan pelaksanaan pengobatan TBC RO di Puskesmas, sekaligus memperkuat jejaring layanan antara Puskesmas dan rumah sakit pengampu.
Anang menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit hingga organisasi profesi kesehatan.

“Peran masing-masing pihak sangat penting dalam meningkatkan Enrollment Rate dan Treatment Success Rate TBC RO yang saat ini masih belum mencapai target. Kami berharap hasil evaluasi ini dapat segera ditindaklanjuti di tempat kerja masing-masing,” pungkasnya.

Rilis : ILB/Ana
Foto : Ihwan
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − six =

scroll to top
Bahasa »