Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan. Hal tersebut disampaikannya usai membuka rapat fasilitasi dan pendampingan lokus dalam rangka pencapaian kinerja usia produktif lansia (UPL), Kamis (23/04/2026) di Hotel Grand Q Kota Gorontalo.
Menurut Anang, kesiapan SDM menjadi faktor utama dalam memastikan pelayanan kesehatan di puskesmas berjalan optimal, khususnya bagi kelompok lansia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa, serta korban kekerasan perempuan dan anak.
“Jadi yang pertama kesiapan SDM, mereka harus mendapatkan pelatihan. Sebagaimana kita tahu bahwa kelompok lansia, disabilitas, gangguan jiwa dan juga korban kekerasan dalam rumah tangga adalah kelompok yang selama ini belum mendapatkan perhatian serius atau masih sering diabaikan sehingga dengan pertemuan ini adalah salah satu bentuk fasilitasi dan pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi agar Kabupaten/Kota dan puskesmas punya SDM yang dapat melakukan pelayanan kesehatan terkait dengan kelompok rentan tersebut,” kata Anang.
Selain penguatan SDM, Anang juga menekankan pentingnya ketersediaan standar perlengkapan dan peralatan untuk mendukung diagnosis serta pelaksanaan skrining kesehatan di tingkat puskesmas.
“Standar perlengkapan peralatan lain untuk diagnosis, betul-betul harus mampu dilaksanakan oleh teman-teman di puskesmas terutama kemampuan melakukan skrining,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kolaborasi lintas sektor guna menjawab berbagai tantangan pelayanan bagi kelompok rentan. Keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) lain serta organisasi non-pemerintah dinilai penting agar pelayanan dapat berjalan lebih komprehensif.
“Boleh dibilang masih perlu meningkatkan kolaborasi. Dalam pertemuan-pertemuan begini, mungkin ini yang harus kita mulai. Jangan hanya Dinas Kesehatan saja, tapi OPD lain yang terlibat atau organisasi lain yang terlibat perlu diajak bersama-sama agar tantangan kolaborasi itu bisa diatasi,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Syafiin S. Napu. Pertemuan dilaksanakan secara luring dan daring dengan jumlah peserta sekitar 22 orang yang terdiri dari penanggung jawab kesehatan jiwa di dinas kesehatan kabupaten/kota serta petugas puskesmas yang menangani program kesehatan jiwa, disabilitas, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain meningkatkan pemahaman petugas terkait surveilans kesehatan jiwa, promosi kesehatan jiwa di puskesmas, serta kemampuan deteksi dini melalui skrining seperti Patient Health Questionnaire-4 (PHQ-4) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi lansia serta penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Gorontalo.
Rilis : ILB
Foto/Videografer : Dandels/ILB
Video Editor : Reza
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
