4 Kabupaten Didorong Untuk Mencapai Eliminasi Malaria

WhatsApp-Image-2020-12-03-at-08.49.02.jpeg

Kabid P2P Reyke Uloli (tengah) pada pertemuan monev dan validasi data program malaria beberapa waktu lalu.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dalam rangka eliminasi/bebas malaria Provinsi Gorontalo tahun 2023 yang bertujuan mewujudkan masyarakat yang hidup sehat terbebas dari penularan malaria, maka perlu dilakukan upaya untuk mencapai target. Upaya yang dilakukan antara lain mempertahankan zero cases indegenous (tidak ada penularan malaria lokal) dalam waktu 3 tahun terakhir pada saat pengusulan penilaian.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Reyke Uloli, SKM, M.Kes, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (02/12/2020).

“Berdasarkan road map Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, tahun 2020 diusulkan sebanyak 2 Kabupaten untuk dilakukan penilaian eliminasi malaria yakni Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Pohuwato, tahun 2021 Kabupaten Boalemo dan tahun 2022 Kabupaten Gorontalo”, ungkap Reyke.

Sebelumnya, sudah ada 2 Kabupaten yang mencapai eliminasi/bebas malaria yakni Kota Gorontalo tahun 2014 dan Kabupaten Gorontalo Utara tahun 2016.

Oleh karena itu dalam rangka mendukung upaya pencapaian eliminasi dan mempertahankan status eliminasi tersebut, dihimbau kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar dapat meningkatkan sistem kewaspadaan dini (SKD) terhadap penularan malaria melalui notifikasi kasus 1×24 jam, penyelidikan epidemiologi dan tindakan penanggulangan, segera menerbitkan regulasi terkait pencegahan dan penanggulangan malaria berdasarkan tahapan dan situasi malaria dimasing-masing kabupaten, mengidentifikasi permasalahan malaria dimasing-masing kabupaten serta berkoordinasi dengan lintas sektor terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangan malaria

“Serta meningkatkan kerjasama pelaksanaan surveilans migrasi bagi anggota TNI/POLRI sebagai tindakan kewaspadaan terhadap malaria impor”, pungkasnya.

Rilis : Taufik/ Stevi / Monic
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × four =

scroll to top