Sinergitas Puskesmas dan SPPG Perkuat Pemantauan Status Gizi Penerima MBG Secara Optimal

IMG-20260424-WA0007.jpg

Sinergi petugas gizi puskesmas dan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kota Gorontalo, DinkesP2KB – Upaya percepatan perbaikan gizi masyarakat di Provinsi Gorontalo terus diperkuat melalui sinergi lintas layanan. Hal ini tercermin dalam kegiatan Pertemuan Evaluasi Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Masalah Gizi yang digelar pada 21–22 April 2026 di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo.

Mengusung tema “Konsolidasi Program Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan melalui Sinergi Puskesmas dan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG)”, pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi berbagai persoalan gizi yang masih menjadi tantangan, seperti weight faltering, underweight, gizi kurang, gizi buruk, hingga stunting. Selain itu, forum ini juga merumuskan langkah-langkah percepatan penanganan secara terpadu di seluruh kabupaten/kota.

Kegiatan tersebut menghadirkan seorang guru besar dan pakar gizi nasional, yang juga dikenal sebagai salah satu penyusun Juknis PMT Lokal, Abdul Razak Thaha. Beliau menegaskan pentingnya fokus intervensi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, periode ini merupakan fase krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.

“Intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah investasi paling menentukan dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Jika kita gagal di fase ini, dampaknya bisa berlangsung seumur hidup. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dengan intervensi yang tepat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Abdul Razak Thaha.

Peserta kegiatan terdiri dari Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas serta Petugas Gizi SPPG se-Provinsi Gorontalo. Kolaborasi kedua unsur ini dinilai sangat penting dalam memperkuat layanan gizi yang mencakup upaya promotif, preventif, hingga intervensi spesifik di tingkat masyarakat.

Selain sebagai forum evaluasi program, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih solid antara tenaga gizi di Puskesmas dan SPPG. Pertemuan ini juga secara khusus dimaksudkan untuk menyamakan data sasaran B3 dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar tepat sasaran serta terinput dengan baik dalam sistem Sigizi Kesga, sehingga status gizi dapat dipantau secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu juga ditegaskan bahwa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal yang selama ini telah berjalan dengan baik tetap harus dilanjutkan, khususnya bagi balita dan ibu hamil dengan masalah gizi. Keberlanjutan program ini menjadi sangat penting sebagai bentuk intervensi spesifik yang langsung menyasar kelompok berisiko, sekaligus melengkapi upaya melalui program MBG.

Forum juga menggarisbawahi adanya tantangan dalam pelaksanaan MBG pada balita, terutama terkait ketepatan takaran, pemorsian, kesesuaian tekstur dan variasi menu sesuai usia, yang harus benar-benar diperhatikan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat dan koordinasi yang intens di lapangan antara Puskesmas dan SPPG agar pemberian intervensi gizi tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga tepat mutu dan tepat manfaat bagi balita.

Dengan adanya sinergi antara Puskesmas dan SPPG, berbagai kendala di lapangan diharapkan dapat diatasi, termasuk ketidaksesuaian data sasaran program MBG, perbedaan pemahaman teknis, hingga mekanisme pelaporan dan pemantauan. Kolaborasi ini memungkinkan terbangunnya sistem kerja yang lebih terintegrasi, sehingga setiap sasaran dapat teridentifikasi dengan tepat, mendapatkan intervensi yang sesuai, serta terpantau perkembangan status gizinya secara optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan langkah dalam mendukung percepatan penurunan masalah gizi di Gorontalo, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Rilis : Titi/ILB
Editor : MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + eight =

scroll to top
Bahasa »