Kota GORONTALO, DinkesP2KB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Pertemuan Teknis Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, Kamis (12/03/2026) di Aula Kantor Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini diikuti oleh pejabat administrator, ketua tim kerja, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan rencana program dan kebutuhan anggaran sektor kesehatan tahun 2027 dengan kebijakan pembangunan daerah dan nasional.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa memberikan gambaran kebutuhan anggaran sektor kesehatan untuk tahun 2027.
“Tadi kita sudah kompilasi, usulan dari teman-teman itu sekitar Rp137 miliar. Tentu ini akan direview oleh Bappeda dan juga tim perencana dari Dinas Kesehatan. Sebab tahun ini kita hanya Rp93 miliar. Jadi ini jauh dari pagu yang ada tahun ini. Diharapkan pertemuan dua hari ini betul-betul dapat mereview, memprioritaskan mana yang betul-betul harus kita laksanakan atau rencanakan di 2027” kata Anang.
Anang menjelaskan fokus utama program kesehatan tetap mengacu pada program nasional yang menjadi indikator positif kinerja pemerintah di bidang kesehatan. Beberapa di antaranya adalah program Cek Kesehatan Gratis, percepatan penurunan stunting, pengendalian hipertensi dan diabetes melitus, penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), peningkatan cakupan imunisasi, serta penanggulangan Tuberkulosis (TBC).
“Oleh sebab itu ada strategi yang tadi saya sampaikan ada tiga, yang pertama harus kolaboratif, kemudian yang kedua harus inovatif, ketiga harus betul-betul akuntabel, betul-betul dapat dipertanggungjawabkan agar tidak ada lagi dana yang tidak efisien digunakan” ujarnya.
Anang juga mendorong seluruh jajaran untuk terus mengembangkan berbagai inovasi program guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan cakupan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya kira teman-teman bidang sekarang sudah punya banyak inovasi yang harus dilaksanakan. Misalnya untuk stunting itu, mereka akan bikin gerakan peduli stunting yang kerjasama dengan pihak hotel, penyedia makanan, restoran dan itu salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi pada ibu hamil. Demikian juga di program P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) , teman-teman sudah berkolaborasi secara program, antar program dan itu diharapkan betul-betul ke depan akan dampak maksimal” ucap Anang.
Senada dengan Kadinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Gorontalo Ilham Safarudin Maku mengatakan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie tetap konsisten pada beberapa isu nasional, seperti upaya pencegahan dan penurunan stunting serta program pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular.
“Tentu kita menyelaraskan semua kebutuhan kebijakan itu dengan apa-apa yang menjadi arahan pemerintah pusat dan kita berharap semoga dengan konsistennya pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mengeksekusi kebijakan di bidang kesehatan, semakin lama kualitas hidup masyarakat bisa semakin membaik dan pada akhirnya bisa meningkatkan daya saing dari masyarakat Gorontalo” kata Ilham.
Ia menambahkan bahwa penentuan prioritas anggaran harus sejalan dengan indikator kinerja utama serta mendukung program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo.
“Tentu dari konteks kesehatan, dia akan sejalan dengan apa yang menjadi program unggulan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur soal SDM, sebagaimana itu telah menjadi bagian yang dikonfirmasi sebagai program unggulan, tentu kita akan memastikan anggaran-anggaran yang digunakan atau dialokasikan betul-betul berdampak langsung pada peningkatan atau pencapaian program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk di dalamnya soal kesehatan” pungkasnya.
Pertemuan teknis penyusunan Renja ini dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 12 hingga 13 Maret 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan perencanaan program kesehatan yang lebih terarah, efektif, dan berdampak langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Rilis : Gelar
Videografer : ILB
Video Editor : Reza
Editor : MD
Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram
