Dinas Kesehatan Genjot Capaian Program PTM, Masyarakat Diminta Manfaatkan CKG

IMG-20250516-WA0019.jpg

Rapat Evaluasi Program Penyakit Tidak Menular (PTM).

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengungkapkan kekhawatiran atas rendahnya capaian program Penyakit Tidak Menular (PTM) pada triwulan pertama tahun 2025. Hal ini disampaikan usai membuka Rapat Evaluasi Program PTM yang berlangsung di Grand Q Hotel Kota Gorontalo pada Jumat (16/05/2025).

“Tadi dilaporkan panitia bahwa capaian kita masih rendah,” ujar Anang.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa orientasi program PTM selama ini cenderung terfokus pada hipertensi dan Diabetes Melitus (DM), padahal penanganan PTM mencakup aspek yang lebih luas.

“Oleh sebab itu, kita evaluasi hari ini triwulan satu, harapannya ke depan indikator untuk yang lain juga bisa mendapat perhatian,” imbuhnya.

Anang menjelaskan bahwa pihaknya menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya PTM, selain menyebabkan kematian dan potensi kecacatan juga menimbulkan beban biaya pengobatan yang sangat besar.

“Pertama, meyakinkan masyarakat bahwa PTM ini betul-betul harus mendapat perhatian karena menimbulkan biaya pengobatan yang besar. Demikian juga dampak kecacatan yang ditimbulkan. Nah, ini harus bisa dicegah dari awal, itu yang harus kita tanamkan pada teman-teman kesehatan (nakes),” tegasnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Anang mendorong masyarakat Provinsi Gorontalo untuk memanfaatkan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah pusat. Program ini diharapkan dapat membantu deteksi dini berbagai jenis penyakit, sehingga intervensi dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin jika ditemukan faktor risiko.

“Identifikasi faktor risiko sejak awal lewat skrining kesehatan lewat CKG, kemudian masalah yang ada itu kita analisis, lalu kita lakukan intervensi secara bersama-sama,” pungkas Anang.

Berdasarkan data yang dipaparkan pada rapat evaluasi, capaian beberapa indikator skrining PTM pada triwulan pertama tahun 2025 menunjukkan hasil yang bervariasi. Beberapa capaian masih di bawah target yang ditetapkan, di antaranya skrining hipertensi (51,00% dari target 70,00%), skrining kanker payudara (49,00% dari target 60,00%), skrining kanker leher rahim (14,00% dari target 75,00%), skrining pendengaran (32,00% dari target 70,00%), skrining penglihatan (33,00% dari target 70,00%), dan skrining Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) (12,00% dari target 70,00%).

Sementara itu, beberapa indikator lain menunjukkan capaian yang cukup baik, bahkan melampaui target, seperti skrining Diabetes Melitus (81,00% dari target 60,00%), skrining obesitas (63,00% dari target 60,00%), skrining jantung (74,00% dari target 50,00%), dan skrining stroke (90,00% dari target 50,00%).

Rilis : MD
Videografer : ILB/Dian
Foto : Aripin
Video Editor : Reza
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 1 =

scroll to top
Bahasa »